kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Target Pajak Karyawan Turun di Tahun 2026, Purbaya: Ekonomi Melambat


Kamis, 22 Januari 2026 / 14:16 WIB
Target Pajak Karyawan Turun di Tahun 2026, Purbaya: Ekonomi Melambat
ILUSTRASI. Pemerintah pangkas target PPh Pasal 21 2026 hingga Rp 251,19 triliun.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah menargetkan penerimaan pajak karyawan atau PPh Pasal 21 pada 2026 hanya sebesar Rp 251,19 triliun.

Target ini lebih rendah jika dibandingkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang sebesar Rp 313,52 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, alasan pemerintah menurunkan target penerimaan pajak karyawan pada 2026. 

Menurutnya, kinerja pajak sangat bergantung pada pergerakan ekonomi, sehingga ketika ekonomi melambat, penerimaan pajak pun ikut melambat.

Baca Juga: Purbaya Bantah Rupiah Melemah Akibat Pencalonan Thomas Djiwandono di BI

"Pajak itu mengikuti ekonomi. Kalau ekonomi melambat, pajak ikut melambat," ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Kamis (22/1).

Ia menegaskan, secara historis rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (tax collection to GDP ratio) relatif konstan. 

Artinya, tanpa adanya perbaikan signifikan pada sistem dan efisiensi pemungutan, kenaikan pajak tidak bisa diharapkan tumbuh jauh melampaui laju ekonomi.

"Tax collection to GDP ratio relatif konstan. Kecuali efisiensi pengumpulan kita perbaiki dan kita promosikan orang-orang yang benar," katanya.

Meski demikian, Purbaya menegaskan pemerintah tidak tinggal diam. Pada 2026, strategi utama yang ditempuh adalah mendorong pertumbuhan ekonomi agar basis pajak kembali menguat.

Baca Juga: Status Bulog Akan Berubah, Jadi Lembaga Khusus Langsung di Bawah Presiden

"Karena itu tahun ini kita dorong ekonomi tumbuh lebih cepat,"pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×