kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Target Ekonomi 6% Prabowo, Ekonom: Dibayangi Tantangan Korupsi dan Lapangan Kerja


Jumat, 14 Agustus 2026 / 19:28 WIB
Target Ekonomi 6% Prabowo, Ekonom: Dibayangi Tantangan Korupsi dan Lapangan Kerja
ILUSTRASI. Pembangunan gedung bertingkat di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. ​Presiden Prabowo Subianto optimistis perekonomian Indonesia mampu mencatat pertumbuhan hingga 6% pada akhir 2026, melampaui target pemerintah sebesar 5,4%. Optimisme tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Ia menilai kinerja ekonomi Indonesia sepanjang paruh pertama tahun ini menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat.

Menurut Dosen Program Doktor Manajemen dan Bisnis Universitas Paramadina Prima Naomi, penguatan tata kelola pemerintahan dan penciptaan lapangan kerja menjadi tantangan ekonomi Indonesia pada 2027. Dia menilai, pemerintah perlu memperkuat pemberantasan korupsi dan good governance untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: PFII Mulai Dekati Investor Global dan Family Office, Rosan: Respons Sangat Positif

Menurutnya, persoalan tata kelola tidak hanya berkaitan dengan korupsi anggaran. Konflik kepentingan dan penerapan sistem merit yang lemah juga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Pemberantasan korupsi dan good governance merupakan pilar utama untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi seperti yang diharapkan,” ujar Prima dalam seminar Universitas Paramadina, Jumat (14/8/2026).

Selain tata kelola, penciptaan lapangan kerja menjadi faktor penting untuk menjaga konsumsi dan daya beli masyarakat. Prima menilai tekanan biaya hidup dan pemutusan hubungan kerja dapat memengaruhi kemampuan masyarakat dalam berbelanja.

Dari sisi investasi, pemerintah juga perlu menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif. Menurut Prima, ketidakpastian kebijakan dapat membuat pelaku usaha dan investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Di sisi lain, realisasi investasi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×