kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Target Ekonomi 6% Prabowo, Ekonom: Dibayangi Tantangan Korupsi dan Lapangan Kerja


Jumat, 14 Agustus 2026 / 19:28 WIB
Target Ekonomi 6% Prabowo, Ekonom: Dibayangi Tantangan Korupsi dan Lapangan Kerja
ILUSTRASI. Pembangunan gedung bertingkat di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. ​Presiden Prabowo Subianto optimistis perekonomian Indonesia mampu mencatat pertumbuhan hingga 6% pada akhir 2026, melampaui target pemerintah sebesar 5,4%. Optimisme tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Ia menilai kinerja ekonomi Indonesia sepanjang paruh pertama tahun ini menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat.

Menurut Dosen Program Doktor Manajemen dan Bisnis Universitas Paramadina Prima Naomi, penguatan tata kelola pemerintahan dan penciptaan lapangan kerja menjadi tantangan ekonomi Indonesia pada 2027. Dia menilai, pemerintah perlu memperkuat pemberantasan korupsi dan good governance untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: PFII Mulai Dekati Investor Global dan Family Office, Rosan: Respons Sangat Positif

Menurutnya, persoalan tata kelola tidak hanya berkaitan dengan korupsi anggaran. Konflik kepentingan dan penerapan sistem merit yang lemah juga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Pemberantasan korupsi dan good governance merupakan pilar utama untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi seperti yang diharapkan,” ujar Prima dalam seminar Universitas Paramadina, Jumat (14/8/2026).

Selain tata kelola, penciptaan lapangan kerja menjadi faktor penting untuk menjaga konsumsi dan daya beli masyarakat. Prima menilai tekanan biaya hidup dan pemutusan hubungan kerja dapat memengaruhi kemampuan masyarakat dalam berbelanja.

Dari sisi investasi, pemerintah juga perlu menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif. Menurut Prima, ketidakpastian kebijakan dapat membuat pelaku usaha dan investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Di sisi lain, realisasi investasi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×