kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 Dipatok 6,5%, Pemerintah Terlalu Optimistis?


Kamis, 21 Mei 2026 / 05:38 WIB
Diperbarui Kamis, 21 Mei 2026 / 05:39 WIB
Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 Dipatok 6,5%, Pemerintah Terlalu Optimistis?
ILUSTRASI. INDONESIA-POLITICS/EXPORTS-FIRM (REUTERS/Willy Kurniawan)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada 2027 di tengah ketidakpastian global dan kondisi domestik yang masih menghadapi tekanan. 

Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027, Presiden Prabowo Subianto menargetkan ekonomi tumbuh di kisaran 5,8% hingga 6,5%, lebih tinggi dibanding target dalam APBN 2026 sebesar 5,4%.

Prabowo menyebut target tersebut bisa dicapai melalui kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan. 

"Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh di kisaran 5,8% hingga 6,5% di tahun 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8% menuju 2029," ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Target Ekonomi 2027 di 6,5% Terlalu Optimistis, Saat Ruang Fiskal Makin Sempit

Meski optimistis, pemerintah tetap memasang sejumlah asumsi ekonomi yang mencerminkan tekanan global dan domestik. 

Nilai tukar rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS pada 2027, lebih lemah dibanding asumsi APBN 2026 sebesar Rp 16.500 per dolar AS. Sementara inflasi diperkirakan tetap terkendali di level 1,5% hingga 3,5%.

Pemerintah juga menetapkan asumsi suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun di kisaran 6,5% hingga 7,3%. 

Adapun harga minyak mentah Indonesia (ICP) dipatok US$ 70 hingga US$ 95 per barel, dengan lifting minyak 602.000 hingga 615.000 barel per hari dan lifting gas 934.000 hingga 977.000 barel setara minyak per hari.

Untuk menopang target pertumbuhan tersebut, pendapatan negara pada 2027 ditargetkan mencapai 11,82% hingga 12,40% terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara belanja negara diperkirakan berada di kisaran 13,62% hingga 14,80% terhadap PDB.

Dengan asumsi tersebut, defisit APBN 2027 diperkirakan berada di kisaran 1,80% hingga 2,40% terhadap PDB. Prabowo menegaskan pemerintah akan terus menekan defisit anggaran agar tetap terkendali.

Baca Juga: Mesin Pertumbuhan Ekonomi Belum Bertenaga Tahun Depan

Secara terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini mendekati 6% sebagai fondasi untuk mencapai target 2027.

Ia berharap aktivitas sektor swasta mulai pulih dan menjadi motor pertumbuhan baru.

Namun, sejumlah ekonom menilai target pertumbuhan tersebut terlalu ambisius jika melihat kondisi fundamental ekonomi saat ini.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance M. Rizal Taufikurahman menilai target pertumbuhan 5,8% hingga 6,5% cenderung overconfident.

Menurut Rizal, tekanan terhadap rupiah, perlambatan sektor manufaktur, melemahnya daya beli kelas menengah, hingga ketidakpastian global akibat tingginya suku bunga dan tensi geopolitik masih menjadi tantangan besar bagi ekonomi domestik.

Sementara itu, Chief Economist Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian menilai pertumbuhan ekonomi tinggi hanya bisa dicapai jika pemerintah mampu memperbesar kapasitas negara dan memperkuat pasar keuangan domestik.

Baca Juga: Gerak Ekonomi Bak Meniti Tali

Ia menekankan pertumbuhan ekonomi tidak bisa lagi hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga maupun booming komoditas.

Menurutnya, pemerintah perlu menjaga kepercayaan pasar, memperkuat stabilitas eksternal, dan membangun sumber pembiayaan jangka panjang yang lebih kuat agar target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×