kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Tanaman asing invasi penyebab susutnya banteng


Selasa, 01 Agustus 2017 / 20:54 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak akademisi, dan pemangku kepentingan uintuk melindungi Taman Nasional (TN) Indonesia. 

Ajakan tersebut bertujuan untuk merumuskan upaya pengendalian ancaman jenis asing invasif (JAI) di Taman Nasional Baluran. "Ancaman JAI pada beberapa kawasan konservasi di Indonesia mencapai kondisi bahaya," ujar Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK), Is Mugiono dalam siaran pers (1/8).

Berkembangnya JAI akan berdampak pada ekosistem asli kawasan tersebut. Pergeseran bahkan kepunahan dapat menyerang ekosistem asli apabila tanaman JAI tidak dikendalikan.

Is menerangkan bahwa tanaman JAI merupakan salah satu faktor menyusutnya habitat banteng jawa pada Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

Selama ini Taman Nasional Baluran menjadi salah satu lokasi wisata karena keindahan alamnya. di Taman Nasional Baluran,. Di kawasan ini, pengunjung disuguhi savana luas bak di Afrika.

Serangan tanaman JAI tidak hanya menyerang Taman Nasional Baluran saja. Serangan jenis invasif di Indonesia cukup banyak antara lain di Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Merpai, Merbabu, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, dan sebagainya.

Kondisi tersebut menurut Is harus segera disikapi dengan rencana tindakan nyata secara tuntas sehingga mampu mengembalikan kepercayaan internasional bahwa Indonesia mampu menjaga kekayaan biodiversitasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×