kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.725   -11,00   -0,06%
  • IDX 6.332   -38,50   -0,60%
  • KOMPAS100 837   -6,38   -0,76%
  • LQ45 635   0,23   0,04%
  • ISSI 226   -1,87   -0,82%
  • IDX30 363   1,48   0,41%
  • IDXHIDIV20 452   4,34   0,97%
  • IDX80 96   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -0,62   -0,50%
  • IDXQ30 118   1,25   1,07%

Prabowo: Kesenjangan Kaya dan Miskin Harus Terus Dipersempit


Rabu, 20 Mei 2026 / 11:24 WIB
Prabowo: Kesenjangan Kaya dan Miskin Harus Terus Dipersempit
ILUSTRASI. Prabowo targetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia capai 6,5% dan rasio Gini menyempit drastis.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.COID-JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan terus berupaya mempersempit kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin melalui berbagai kebijakan ekonomi dan sosial dalam kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) 2027.

Menurut Prabowo, pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 5,8% hingga 6,5% pada 2027 harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata. 

Karena itu, pemerintah juga menargetkan perbaikan rasio Gini menjadi 0,362 hingga 0,367 pada tahun 2027. 

"Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar, bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit," ujar Prabowo saat menyampaikan pidato KEM-PPKF 2027 di Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Pidato Prabowo Soal KEM-PPKF 2027: Pendapatan Digenjot, Defisit Diperkecil

Selain memperbaiki distribusi pendapatan, pemerintah juga menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 6,05 hingga 6,5% pada 2027. Target tersebut lebih rendah dibanding sasaran sebelumnya yang berada di rentang 6,5% hingga 7,5%.

Di sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan turun menjadi 4,30% hingga 4,87%. 

Pemerintah juga menargetkan peningkatan proporsi lapangan kerja formal menjadi 40,81 persen pada 2027, naik dari posisi 35% pada 2026.

Prabowo mengatakan, berbagai program prioritas di bidang sumber daya manusia akan terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Indeks modal manusia ditargetkan meningkat menjadi 0,575 dari sebelumnya 0,570.

Pada sektor pertanian, pemerintah menargetkan peningkatan indeks kesejahteraan petani menjadi 0,8038 dari sebelumnya 0,7731. 

Prabowo juga menyoroti nilai tukar petani (NTP) yang telah mencapai angka 126 atau tertinggi sepanjang sejarah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×