kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Tampil di WEF 2026, Danantara Indonesia Bidik Sektor Strategis Lewat Patient Capital


Minggu, 25 Januari 2026 / 13:33 WIB
Tampil di WEF 2026, Danantara Indonesia Bidik Sektor Strategis Lewat Patient Capital
ILUSTRASI. DAVOS-MEETING/DANANTARA (REUTERS/Selena Li). Danantara siap menjadi sumber dana investasi jangka panjang untuk sektor strategis. Cari tahu bagaimana ini bisa menguatkan ekonomi nasional.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Danantara Indonesia mulai menunjukkan taringnya di panggung internasional.

Dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026, Danantara menegaskan posisinya sebagai sumber dana investasi jangka panjang (patient capital) yang siap memperkuat sektor strategis nasional melalui kemitraan global.

Hal tersebut disampaikan Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir dalam sesi dialog bertajuk “Investor and the Patience Premium” di Davos, Swiss.

Pandu mengatakan, sovereign wealth fund (SWF) kini memegang peran krusial dalam sistem keuangan global sebagai penyedia modal berbiaya rendah. Danantara sendiri dirancang dengan berkaca pada praktik terbaik SWF raksasa dunia lainnya.

Baca Juga: Buka Pavilion di WEF, Rosan Sambut Peluang Investasi Danantara dengan Apple

“Danantara Indonesia dibangun dengan fokus pada imbal hasil berkelanjutan tanpa tekanan untuk keluar dalam jangka pendek. Hal ini memungkinkan kemitraan jangka panjang pada sektor-sektor strategis yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (23/1/2026).

Pandu menjelaskan, strategi investasi Danantara akan dijalankan secara seimbang antara pasar domestik dan global.

Adapun sektor yang dibidik adalah kesehatan dan infrastruktur digital karena dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

Meskipun dinamika geopolitik global tengah bergejolak, Pandu menilai kemitraan internasional justru menjadi semakin relevan. Menurutnya, Danantara akan menggunakan pendekatan yang lebih langsung dan terfokus untuk menjawab kebutuhan masing-masing mitra kerja sama.

Baca Juga: Danantara, Andalan Baru Pemerintah Mendorong Investasi Nasional

Pendekatan tersebut, lanjut Pandu, banyak dilakukan melalui hubungan bilateral yang lebih intens dan dialog satu lawan satu. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap investasi memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak di tengah ketidakpastian global.

“Bisnis harus terus berjalan. Pada akhirnya, kita semua harus menyesuaikan diri, tetapi yang paling penting adalah kita tetap harus terus maju. Dan satu-satunya cara untuk maju adalah melalui kemitraan,” tegasnya.

Selanjutnya: Paylater BCA Tumbuh Sehat hingga Akhir 2025, NPL Tetap Terjaga

Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×