kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Swedia tawarkan kerja sama transportasi dengan DKI


Senin, 26 Januari 2015 / 23:31 WIB
Swedia tawarkan kerja sama transportasi dengan DKI
ILUSTRASI. Penjualan produk melalui HDN di 2022 meningkat lebih dari 50x lipat.


Sumber: Antara | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah Swedia menawarkan kerja sama kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam berbagai sektor pembangunan, terutama yang berkaitan dengan sistem transportasi di ibukota.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar Skoog saat melakukan kunjungan ke Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/1).

"Sebetulnya, saat ini ada dua tawaran kerja sama dalam bidang transportasi yang kami tawarkan kepada Pemprov DKI Jakarta, dan keduanya sedang berlangsung," kata Johanna di Balai Kota.

Menurut dia, dua kerja sama yang dimaksud itu, antara lain sistem jalan berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP) serta sistem meter parkir (parking meter).

"Saya berharap kedua kerja sama tersebut dapat segera mencapai kata sepakat dan segera kita realisasikan sepenuhnya, mengingat segala perangkat elektroniknya sudah diujicobakan di Jakarta," ujar Johanna.

Selain transportasi, dia menuturkan kerja sama lain yang ditawarkan, diantaranya dalam bidang kesehatan, pengelolaan air dan energi, teknologi, smart city solution dan masih banyak lagi.

"Kami memiliki portfolio yang panjang untuk selanjutnya dapat ditawarkan kepada Pemprov DKI Jakarta dalam bentuk kerja sama. Kita lihat saja nanti kelanjutannya," tutur Johanna.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku belum dapat memutuskan untuk menerima tawaran kerja sama yang ditawarkan oleh Pemerintah Swedia tersebut atau tidak.

"Kesempatan pasti kita buka selebar-lebarnya. Tapi, keputusan akhirnya tidak bisa segera kita tentukan. Tergantung, karena kita juga mengadakan beauty contest, negara-negara lain juga bisa ikutan. Nanti kita pilih yang memang cocok dengan kita," ungkap Basuki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×