CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Surplus Neraca Perdagangan Juni 2023 Meningkat Menjadi US$ 3,45 Miliar


Senin, 17 Juli 2023 / 11:59 WIB
ILUSTRASI. BPS mencatat, neraca perdagangan barang Indonesia pada Juni 2023 kembali surplus sebesar US$ 3,45 miliar.KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan barang Indonesia pada Juni 2023 kembali surplus sebesar US$ 3,45 miliar.

Surplus neraca perdagangan ini naik 708,66% secara bulanan atau month on month (MoM) dari Mei 2023 yang sebesar US$ 440 juta.

Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto mengatakan, meski mengalami peningkatan secara bulanan, namun surplus neraca perdagangan barang ini mengalami penurunan secara tahunan sebesar 32,75% year on year (YoY).

Baca Juga: Indonesia June Trade Surplus Bigger than Expected

“Neraca perdagangan Indonesia ini kembali surplus selama 38 bulan beruntun pada Juni 2023, yang dimulai sejak Mei 2020,” tutur Atqo dalam konferensi pers BPS, Senin (17/7).

Menurutnya, meski masih mengalami surplus, namun penurunan impor pada periode Juni 2023 jauh lebih dalam jika dibandingkan dengan penurunan ekspor.

Dia menambahkan, surplus neraca perdagangan pada Juni ini lebih banyak ditopang oleh surplus komoditas non migas yang sebesar US$4,42 miliar. Penyumbangnya, yakni bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia Diprediksi Tetap Mencetak Surplus Pada Juni 2023

Sementara itu, surplus perdagangan migas jauh lebih tinggi jika dibanding bulan lalu, tetapi lebih rendah  jika dibandingkan dengan Juni 2022.

Sementara itu, untuk neraca perdagangan pada komoditas migas tercatat mengalami defisit sebesar US$ 0,96 miliar. Hal ini disebabkan oleh komoditas minyak mentah dan hasil minyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×