CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Surat palsu pemanggilan KPK dikirim lewat Tiki


Selasa, 16 April 2013 / 19:19 WIB
ILUSTRASI. Pelanggan melakukan konsultasi layanan Jaringan 5G di XL Center Martadinata, Bandung, Jawa Barat, Senin (23/8/2021). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus menelusuri surat palsu pemanggilan KPK yang ditujukan ke Wali Kota Bandung Dada Rosada. Dari hasil perkembangan sementara, surat tersebut dikirim melalui layanan kurir Titipan Kilat (Tiki) yang berlokasi di Jakarta Pusat.

"Nomor telepon pengirim sudah kita telusuri, ternyata nomornya sudah tidak aktif. Surat ternyata dikirim melalui Tiki di Jakarta Pusat. Tim KPK masih berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat," ujar Juru bicara KPK Johan Budi SP, Selasa (16/4).

Sampai saat ini, pihak penyidik KPK sedang melakukan penelusuran dan sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk menemukan si pengirim surat panggilan palsu tersebut. Namun Johan mengakui proses menelusuri siapa pengirimnya tidak mudah.

Si pengirim juga mencantumkan nama orang internal KPK. "Di surat itu dikatakan panggilan dari Deputi Penindakan Wari Sadono. Di situ juga dicantumkan nomor palsu yang ternyata tidak bisa dihubungi,“ terang Johan

Surat panggilan palsu untuk Dada itu terkait terbongkarnya kasus suap hakim Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tejocahyono. KPK sendiri telah melarang Dada bepergian ke luar negeri. Dada sebelumnya menyatakan siap diperiksa KPK. br />

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×