Reporter: Herlina KD | Editor: Djumyati P.
JAKARTA. Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan pengurangan jatah kursi menteri dari Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam perombakan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam tiga tahun ke depan.
"Kita ingin tiga tahun ke depan optimal hasilnya. Kita lebih menambah yang profesional," jelasnya di Istana Merdeka Selasa malam (18/10).
Menurut Sudi, dalam pengurangan kursi menteri jatah partai ini Partai Demokrat sebagai partai pemenang pemilu telah memberikan contoh. "Demokrat mencontohkan, beliau (SBY) sebagai ketua dewan pembina Demokrat rela dikurangi satu (pos menteri), yang lain layaklah kalau ada yang dikurangi, yaitu PKS," katanya.
Sudi menambahkan, pengurangan jatah kursi menteri dari PKS merupakan hasil konsultasi dengan pimpinan partai. Ia menegaskan, pengurangan ini bukanlah bentuk dari negosiasi atau bargaining antar partai, tapi merupakan hak prerogatif presiden. Alasannya, "Dalam kesepahaman koalisi itu sudah tercantum, Presiden memiliki prerogatif. Adapun hal-hal yang perlu dikonsultasikan, ya dikonsultasikan," jelasnya.
Seperti diketahui, dalam perombakan KIB jilid II ini SBY mengurangi jatah menteri dari Partai Demokrat dan PKS masing-masing satu kursi. "Ini semata-mata untuk mewadahi kaum profesional yang tidak berasal dari parpol. Sedangkan kaum profesional diperlukan untuk meningkatkan efektivitas kabinet ini," tegas SBY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













