kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Subsidi energi Rp 77,3 T diintegrasikan dengan PKH


Jumat, 13 Januari 2017 / 15:33 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemerintah akan memperbaiki penyaluran subsidi energi. Rencananya, penyaluran subsidi energi yang tahun ini besarannya mencapai Rp 77,3 triliun (subsidi BBM dan LPG 3 kg sebesar Rp 32,3 triliun dan listrik senilai Rp 45 triliun) digabungkan dengan Program Keluarga Harapan (PKH)

Presiden Joko Widodo mengatakan, perbaikan penyaluran tersebut dilakukan karena berdasar evaluasi pemerintah, penyaluran subsidi tersebut tidak tepat sasaran.

"Untuk LPG 3 kg, informasi yang saya terima, 65% dinikmati rumah tangga yang tidak berhak menerima," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jumat (13/1).

Hal yang sama juga terjadi untuk subsidi listrik. Jokowi mengatakan, banyak penerima subsidi listrik untuk golongan pelanggan 900 VA yang justru berasal dari kalangan keluarga mampu dan tidak berhak menerima subsidi. "Ini harus diperbaiki, supaya tepat sasaran, dinikmati masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×