kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.719   11,00   0,06%
  • IDX 6.486   -39,40   -0,60%
  • KOMPAS100 845   -4,14   -0,49%
  • LQ45 640   -4,98   -0,77%
  • ISSI 228   -0,30   -0,13%
  • IDX30 357   -2,94   -0,82%
  • IDXHIDIV20 434   -3,09   -0,71%
  • IDX80 96   -0,60   -0,62%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,59%
  • IDXQ30 113   -0,94   -0,82%

Staf khusus presiden bantah kerja sama dengan Jero


Selasa, 09 September 2014 / 19:59 WIB
ILUSTRASI. Intip 8 Makanan yang Membuat Kenyang Lebih Lama Saat Berpuasa


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa mengaku tidak pernah menjalin kerja sama dengan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Seusai diperiksa sebagai saksi bagi Jero dalam kasus dugaan pemerasan di Kementerian ESDM, Daniel menampik memiliki kedekatan dengan Jero.

"Tidak ada (kerja sama). Biarlah prosesnya kita serahkan kepada penyidik dan izinkan saya meninggalkan tempat," kata Daniel seusai bersaksi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa (9/9).

Daniel mengatakan, kedatangannya semata memenuhi permintaan penyidik untuk menyampaikan apa yang diketahuinya mengenai kasus tersebut. Namun, ia tidak menyebutkan keterangan yang disampaikannya dalam kesaksian.

Saat ditanya apakah hasil dugaan pemerasan yang dilakukan Jero turut mengalir kepadanya, Daniel tidak mengiyakan, tetapi juga tidak menampik. "Nanti bisa tanyakan ke KPK," ujarnya seraya masuk ke mobilnya.

Pada 25 Juni lalu, KPK pernah meminta keterangan Daniel terkait penyelidikan yang sama. Seusai dimintai keterangan, Daniel enggan mengungkapkan materi pertanyaan yang diajukan tim penyelidik KPK kepadanya. KPK menetapkan Jero sebagai tersangka sejak 2 September 2014.

Selama menjadi Menteri ESDM, Jero melalui Waryono Karno, yang saat itu menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, dan bawahannya yang lain diduga memeras sejumlah rekanan pengadaan di kementerian tersebut. Terhitung sejak tahun 2011 hingga 2013, total uang yang diperoleh Jero dari pemerasan itu mencapai Rp 9,9 miliar. (Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×