kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Sri Mulyani sebut serapan anggaran PEN 2020 sebesar 82% dari alokasi


Kamis, 15 Juli 2021 / 18:34 WIB
ILUSTRASI. Sri Mulyani sebut serapan anggaran PEN 2020 sebesar 82% dari alokasi


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan realisasi program Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) tahun 2020 mencapai Rp 575,8 triliun. Jumlah ini merupakan 82,83% dari alokasi sebesar Rp 695,2 triliun.

“Program PC-PEN diprioritaskan untuk merespons kondisi kesehatan yang mengalami dampak luar biasa akibat pandemi, juga untuk memulihkan daya beli masyarakat, membantu dunia usaha, termasuk UMKM,” kata Sri Mulyani dalam Sidang Paripurna DPR RI, Kamis (15/7).

Lebih rinci, program PC-PEN tahun 2020 dilaksanakan dengan total alokasi anggaran sebesar Rp 695,2 triliun dikelompokkan ke dalam enam klaster dengan realisasi klaster perlindungan sosial (perlinsos) sebesar Rp 216,6 triliun, dukungan UMKM sebesar Rp 112,3 triliun, sektor K/L dan pemda sebesar Rp 65,2 triliun, sektor kesehatan sebesar Rp 62,6 triliun, pembiayaan korporasi sebesar Rp 60,7 triliun, dan sektor insentif usaha sebesar Rp58,4 triliun.

Baca Juga: Insentif PPh di PP 29/2020 diperpanjang hingga Desember 2021

“Di dalam kondisi ini, kita bisa memproyeksikan pengeluaran di bidang kesehatan yang hanya Rp 62,2 triliun pada tahun 2020 akan melonjak sangat tinggi pada tahun 2021,” jelas Menkeu.

Pemerintah telah berupaya keras dalam pelaksanaan dan pencapaian target output dan tujuan program PEN tahun 2020 agar dapat dilaksanakan dengan tata kelola yang baik. 

Pemerintah terus mengoptimalkan instrumen APBN melalui berbagai belanja pemerintah untuk menjaga konsumsi dasar masyarakat miskin dan rentan sehingga diharapkan dapat mengerem laju peningkatan kemiskinan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ke zona positif. 

Selanjutnya: BPK temukan 26 kejanggalan keuangan negara, begini respon Sri Mulyani

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×