kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Belanja APBN Rp 990 Triliun Belum Terealisasi, Menkeu Suahasil Minta K/L Tak Boros


Rabu, 04 November 2026 / 17:01 WIB
Belanja APBN Rp 990 Triliun Belum Terealisasi, Menkeu Suahasil Minta K/L Tak Boros
ILUSTRASI. Konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta seluruh kementerian dan lembaga (K/L) untuk tetap menjaga efisiensi belanja negara pada penghujung tahun anggaran 2026. Pasalnya, pemerintah masih memiliki anggaran belanja sekitar Rp 990 triliun yang akan direalisasikan pada November hingga Desember 2026.

Suahasil mengatakan, percepatan realisasi belanja pada dua bulan terakhir tahun anggaran merupakan hal yang lazim terjadi dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, percepatan tersebut tidak boleh mengabaikan prinsip efisiensi dan tata kelola anggaran yang baik.

"Belanja negara masih sekitar Rp 990 triliun akan dibelanjakan (November-Desember)," ujar Suahasil kepada awak media di Istana Kepresidenan, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga: Dipecat Dari KSP, Ini Profil Mantan Kapolri Listyo Sigit, Tersangka Sadap Prabowo

Ia menyampaikan, Presiden telah memberikan arahan agar seluruh kementerian dan lembaga tetap melaksanakan belanja secara efisien, meskipun realisasi anggaran biasanya meningkat menjelang akhir tahun.

Menurut Suahasil, kementerian dan lembaga diperbolehkan mempercepat realisasi belanja, tetapi penggunaannya harus tetap sesuai dengan target keluaran (output) yang telah ditetapkan ketika mengajukan anggaran.

"Dua bulan terakhir seperti biasa namanya operasi APBN itu kalau di akhir tahun biasanya itu ngegas, lebih cepat, lebih besar, itu silakan tapi harus tetap efisien, harus tetap dalam tata kelola yang baik dan tentu harus dilakukan sesuai dengan target output yang dicanangkan ketika meminta anggaran tersebut," jelasnya.

Suahasil mengatakan, Kementerian Keuangan juga terus mengimbau seluruh kementerian dan lembaga untuk meningkatkan efisiensi belanja hingga akhir tahun anggaran. Langkah ini diperlukan agar peningkatan realisasi anggaran tidak berujung pada penggunaan belanja yang kurang optimal.

Di sisi lain, pemerintah tetap berupaya mengoptimalkan penerimaan negara sembari melakukan efisiensi pada sisi belanja.

"Pendapatannya tetap kita cari, pendapatan negara, tapi belanjanya terus kita efisiensikan," katanya.

Adapun untuk penjelasan lebih terperinci mengenai realisasi pendapatan dan belanja negara, Suahasil menyebut pihaknya akan memaparkannya melalui konferensi pers APBN KiTa yang akan dijadwalkan mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×