kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.181   7,00   0,04%
  • IDX 4.900   -4,59   -0,09%
  • KOMPAS100 629   0,14   0,02%
  • LQ45 500   3,08   0,62%
  • ISSI 163   -1,24   -0,76%
  • IDX30 282   2,11   0,75%
  • IDXHIDIV20 381   2,97   0,79%
  • IDX80 73   0,04   0,05%
  • IDXV30 106   0,19   0,18%
  • IDXQ30 95   0,92   0,98%

Di Tengah Kasus Penyadapan, SBY Prihatin: Kok Jadi Begini Negara Kita?


Rabu, 04 November 2026 / 14:18 WIB
Di Tengah Kasus Penyadapan, SBY Prihatin: Kok Jadi Begini Negara Kita?
ILUSTRASI. Susilo Bambang Yudhoyono (KOMPAS.COM/GARRY ANDREW LOTULUNG)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dinamika politik nasional kembali menjadi sorotan publik setelah mencuatnya dugaan kasus penyadapan yang berbuntut penahanan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. 

Situasi politik yang memanas ini memicu respons serta keprihatinan mendalam dari para tokoh senior bangsa Indonesia.

Mantan Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara mengenai arah perjalanan politik tanah air saat ini. Ia menyampaikan rasa prihatin yang mendalam melihat situasi serta iklim perpolitikan nasional yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Baca Juga: Ini Deretan Pajak yang Mengintai Kelas Menengah, dari Gaji hingga Belanja

"Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apa pun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral," tulisnya dalam akun media sosial X pribadinya, Rabu (4/11/2026).

SBY mengungkapkan, kecemasannya terhadap dampak psikologis yang dirasakan oleh masyarakat luas di tengah ketegangan politik. 

"Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tentram hidup di negaranya sendiri," ungkapnya.

Menyikapi kondisi tersebut, SBY menyampaikan permohonan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi tatanan perpolitikan nasional. 

"Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban," ungkapnya.

Lebih lanjut, SBY menegaskan bahwa pemulihan etika politik merupakan panggilan sejarah serta amanah besar dari rakyat. 

"Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×