kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Sofyan Djalil: Tugas menteri saat ini tidak mudah


Selasa, 25 November 2014 / 11:51 WIB
ILUSTRASI. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) pada Kamis (8/6) menyetujui pembagian dividen tunai kepada seluruh pemegang saham


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Perekonomian domestik saat ini tidak dalam kondisi prima. Ekonomi global yang lesu menjadi salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia loyo.

Melihat permasalahan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofjan Djalil mengatakan, tugas seorang menteri, khususnya Menko Perekonomian saat ini tidaklah mudah. Dirinya menjelaskan era stimulus quantitative easing Amerika telah berakhir.

Di sisi lain harga komoditi sedang dalam periode terendah dalam beberapa tahun. "China pertumbuhannya tidak seperti yang diharapkan. Eropa masih dalam ICU. Cuma Amerika yang kekuatannya bisa berikan harapan," ujar Sofjan dalam DBS Asian Insight Seminar 2014 di Jakarta, Selasa (25/11).

Dari dalam negeri sendiri, menurut Sofjan, dalam beberapa tahun terakhir industri manufaktur tumbuh negatif. Padahal industri ini yang menciptakan banyak lapangan kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×