kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Sofyan Djalil: Tugas menteri saat ini tidak mudah


Selasa, 25 November 2014 / 11:51 WIB
ILUSTRASI. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) pada Kamis (8/6) menyetujui pembagian dividen tunai kepada seluruh pemegang saham


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Perekonomian domestik saat ini tidak dalam kondisi prima. Ekonomi global yang lesu menjadi salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia loyo.

Melihat permasalahan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofjan Djalil mengatakan, tugas seorang menteri, khususnya Menko Perekonomian saat ini tidaklah mudah. Dirinya menjelaskan era stimulus quantitative easing Amerika telah berakhir.

Di sisi lain harga komoditi sedang dalam periode terendah dalam beberapa tahun. "China pertumbuhannya tidak seperti yang diharapkan. Eropa masih dalam ICU. Cuma Amerika yang kekuatannya bisa berikan harapan," ujar Sofjan dalam DBS Asian Insight Seminar 2014 di Jakarta, Selasa (25/11).

Dari dalam negeri sendiri, menurut Sofjan, dalam beberapa tahun terakhir industri manufaktur tumbuh negatif. Padahal industri ini yang menciptakan banyak lapangan kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×