Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asian Development Bank (ADB) memberikan pinjaman senilai US$ 150 juta kepada PT Link Net Tbk (Linknet) untuk meningkatkan infrastruktur digital di Indonesia dan memperbaiki kualitas broadband.
Linknet adalah penyedia layanan broadband terkemuka di Indonesia yang mayoritas dimiliki oleh Axiata Group Berhad, sebuah perusahaan telekomunikasi dan layanan digital terkemuka yang berfokus pada layanan seluler dan broadband di Asia.
Pembiayaan ini akan digunakan untuk memperkuat stabilitas Linknet dan memfasilitasi investasi lebih lanjut di pasar broadband fiber optik, sejalan dengan pergeseran strategisnya ke model bisnis-ke-bisnis.
Baca Juga: Cara Pemerintah Amankan Anggaran MBG di Tengah Lonjakan Harga BBM
Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov membeberkan, kesepakatan penting ini memperkuat peran ADB sebagai mitra tepercaya dalam agenda pengembangan digital Indonesia.
“Dengan mendukung perluasan layanan infrastruktur digital Linknet, kami bertujuan untuk menyediakan akses yang inklusif dan adil serta membuka potensi ekonomi digital negara ini, yang diperkirakan mencapai US$ 366 miliar pada tahun 2030,” tutur Bobour dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Adapun kesepakatan ini akan membantu komunitas dan bisnis mengakses alat digital melalui investasi Linknet untuk memperluas jaringan fiber-to-the-home (FTTH) nasionalnya, yang menyediakan internet berkecepatan tinggi langsung ke rumah-rumah menggunakan kabel fiber optik, serta mengembangkan model grosir akses terbuka yang akan meningkatkan kualitas broadband, produktivitas, dan partisipasi dalam ekonomi digital terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.
Kesepakatan ini juga akan mendukung komitmen iklim negara melalui teknologi hemat energi dan aset jaringan yang ditingkatkan.
Baca Juga: Ada Konflik AS-Iran, Prabowo Serukan Kemandirian Pangan dan Energi Energi
Sejak 2015, industri broadband seluler Indonesia telah tumbuh pesat, namun adopsi, akses, dan harga produk broadband tetap, seperti jaringan fiber optik, masih tertinggal dibandingkan negara tetangga.
Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah sedang mengembangkan kebijakan sektoral untuk menyederhanakan proses perizinan dan menstandarkan struktur biaya guna mendorong lanskap kompetitif bagi pemain broadband serat optik.
Kanishka Gayan Wickrama, Chief Executive Officer Linknet membeberkan, pihaknya sangat antusias bermitra dengan ADB dalam proyek penting ini untuk meningkatkan kemampuan kami dalam mendukung ekonomi digital Indonesia.
“Kesepakatan keuangan ini akan memungkinkan kami menyediakan layanan yang lebih efisien dan cepat bagi pelanggan kami. Hal ini juga akan memungkinkan kami mengakses pembiayaan jangka panjang untuk selaras dengan pergeseran strategis dan operasional kami,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













