Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kementerian Agama (Kemenag) memberi sinyal perbedaaan tanggal Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2026 versi pemerintah dengan Muhammadiyah. Kapan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri menurut pemerintah dan Muhammadiyah?
Dilansir dari Kompas.com, Direktur Urusan Agama Islam Kemenag RI Arsad Hidayat mengatakan posisi hilal pada akhir Ramadhan berdasarkan perhitungan hisab masih belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan negara anggota MABIMS (Malaysia, Brunei, Indonesia, dan Singapura).
"Jadi kalau berdasarkan hitungan hisab, untuk ketinggian itu 0 sampai 3 derajat, tertinggi itu ada di Aceh. Kemudian untuk elongasi 4 sampai 6 derajat. Di ketinggian mungkin memenuhi, tetapi dari sudut elongasi masih kurang," ujar Arsad dalam konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Pendaftaran CPNS Dibuka Juli 2026? Ini Jawaban BKN
Belum Penuhi Kriteria MABIMS
Menurut Arsad, standar visibilitas hilal yang digunakan oleh negara anggota MABIMS menetapkan dua syarat utama. Hilal dinyatakan mungkin terlihat apabila memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Namun berdasarkan perhitungan astronomi saat ini, posisi hilal menjelang akhir Ramadhan diperkirakan belum sepenuhnya memenuhi kriteria tersebut. Meski dari sisi ketinggian ada kemungkinan mencapai batas minimal, sudut elongasi masih berada di bawah standar yang ditetapkan.
Tonton: Prabowo Gelar 5 Rapat Strategis: Dari Konflik Timur Tengah Hingga Persiapan Mudik!
Sidang Isbat Digelar 19 Maret 2026
Meski demikian, Kemenag menegaskan bahwa keputusan resmi penetapan Idul Fitri tetap menunggu hasil sidang isbat.
Sidang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret 2026.
“Kalau berdasarkan kriteria visibilitas hilal MABIMS memang masih tidak mungkin untuk dilihat, tetapi keputusan akhir tetap menunggu hasil sidang Isbat yang akan dilaksanakan pada 19 Maret,” kata Arsad.
Baca Juga: Resmi! Cek Jadwal Operasional BI Selama Idul Fitri 2026
Prediksi Idul Fitri Versi Pemerintah
Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan Idul Fitri 1447 Hijriah versi pemerintah berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026.
Perkiraan tersebut didasarkan pada posisi hilal saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara yang belum memenuhi kriteria MABIMS.
Idulfitri Muhammadiyah
Diberitakan sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Berdasarkan penetapan tersebut, 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Maklumat tersebut menyebutkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah bertepatan dengan Jumat Legi, 20 Maret 2026 Masehi.
Jika dihitung dari Selasa, 10 Maret 2026, maka waktu menuju Lebaran menurut Muhammadiyah tinggal 10 hari lagi.
Pada tahun ini Muhammadiyah juga menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yaitu sistem kalender Islam yang dirancang dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia agar kalender Islam dapat disusun secara sistematis dan lebih mudah diprediksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













