kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Cara Pemerintah Amankan Anggaran MBG di Tengah Lonjakan Harga BBM


Selasa, 10 Maret 2026 / 10:58 WIB
Cara Pemerintah Amankan Anggaran MBG di Tengah Lonjakan Harga BBM
ILUSTRASI. Produksi abon untuk program MBG (ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dipotong. Namun, belanja yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan penyediaan makanan akan ditertibkan agar penggunaan anggaran lebih efektif.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fokus pemerintah adalah memastikan dana program benar-benar digunakan untuk kebutuhan utama, yakni penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat.

“MBG tidak akan dipotong. Kecuali yang tidak produktif,” ujar Purbaya kepada wartawan di Pasar Tanah Abang, Senin (9/3/2026).

Baca Juga: Purbaya Akan Pangkas Anggaran MBG yang Tidak Produktif

Menurut dia, sejumlah pengeluaran yang tidak berhubungan langsung dengan penyediaan makanan berpotensi dicoret dari anggaran program. 

Misalnya pengajuan pembelian kendaraan atau perangkat yang tidak mendukung langsung pelaksanaan program.

“Kalau mengajukan beli motor lagi, coret. Beli komputer lagi, coret. Yang tidak perlu-perlu dan tidak berhubungan dengan makanan,” katanya.

Pemerintah, lanjut Purbaya, akan terus memantau pelaksanaan MBG dari waktu ke waktu untuk memastikan anggaran digunakan secara efektif dan efisien. Evaluasi juga akan dilakukan secara berkala untuk melihat perkembangan implementasi program tersebut.

“MBG tidak kita potong anggarannya, tapi kita pastikan yang dibelanjakan benar-benar efektif dan efisien,” ujarnya.

Baca Juga: Dapur MBG di Solo Bermasalah, BGN Temukan 78 Satuan Pelayanan Langgar Juknis

Ia menambahkan, dalam waktu sekitar satu bulan ke depan pemerintah akan kembali mengevaluasi penggunaan anggaran program guna memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×