kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Soal pendanaan pembangunan IKN Nusantara, Ini Kata Ekonom CORE


Senin, 21 Maret 2022 / 05:53 WIB


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, yang perlu dipahami bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan satu bangunan. Melainkan satu kota yang di dalamnya terdapat ribuan bangunan, ribuan bentuk infrastruktur.

Piter menyebut, infrastruktur dasar merupakan kewajiban pemerintah untuk mengadakannya dan membiayai pembangunannya. Demikian juga dengan istana negara, dan kantor – kantor pemerintah lainnya.

“Itu semua dibiayai oleh pemerintah yang berarti dengan APBN. Ini pasti bukan dari creative financing. Kalau kemudian pemerintah utang untuk membiayai nya itu hal yang berbeda,” ujar Piter saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (20/3).

Selanjutnya di IKN ada gedung – gedung kantor lembaga pemerintah yang keuangan nya terpisah dari pemerintah. Misalnya BI dan OJK. Kedua lembaga ini sesuai UU harus ada di IKN. “Jadi mereka membangun gedung kantor mereka. Pembiayaannya dari mereka sendiri,” ucap Piter.

Baca Juga: Gula-gula bagi Pemodal Proyek Ibu Kota Negara

Lalu, gedung – gedung BUMN, walaupun Piter memperkirakan bukan kantor pusat, tapi Ia yakin banyak BUMN yang akan membangun kantor di IKN. “Ini pembiayaannya dari BUMN sendiri,” terang Piter.

Terakhir adalah swasta.. Baik yang super besar misalnya properti perumahan dan lain-lain, pembangunan tersebut dibiayai swasta. Piter menilai untuk swasta ini sangat mungkin dibiayai dengan berbagai alternatif sumber pembiayaan. Termasuk creative financing, seperti crowd funding.

“Terakhir pasti juga akan banyak bangunan – bangunan rumah sakit, sekolah, rumah ibadah, rumah – rumah panti yang pembiayaannya bisa dari filantropi,” ucap Piter.

Lebih lanjut Piter menyatakan, skema pembangunan IKN melalui skema KPBU adalah skema yang biasa dilakukan juga di luar negeri. “Selama skema itu dilakukan dengan perencanaan yang detail dan pengawasan yang ketat, tidak perlu khawatir akan moral hazard,” tutur Piter.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×