kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.943.000   -53.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.020   45,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Sidang Isbat Memutuskan 1 Syawal 1447 H pada 21 Maret 2026


Kamis, 19 Maret 2026 / 19:59 WIB
Sidang Isbat Memutuskan 1 Syawal 1447 H pada 21 Maret 2026
ILUSTRASI. Menteri Agama RI Nasaruddin Umar (TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Agama, Nasarudin Umar, mengumumkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, setelah sidang isbat penetapan awal Syawal yang digelar hari ini (19/3/2026).

Dalam sidang yang dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), pejabat Kementerian Agama, pimpinan ormas Islam, serta pakar falak dan astronomi dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian, Menteri Agama menegaskan bahwa keputusan penetapan awal Syawal mengacu pada hasil hisab dan rukyah.

Sidang isbat kali ini diawali dengan seminar terbuka melalui kanal media sosial Ditjen Bimas Islam, yang membahas prinsip dan metode penentuan awal bulan Kamariah serta kriteria visibilitas hilal. 

Baca Juga: Hilal Belum Terlihat, Awal Syawal 1447 H Diperkirakan 21 Maret 2026

Indonesia menggunakan kriteria MABIMS, yang berlaku di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei, Singapura, dan Indonesia sendiri. Kriteria tersebut menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Berdasarkan perhitungan hisab hari ini, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berkisar antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik, dengan sudut elongasi antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik. Artinya, posisi hilal secara hisab belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS.

Selain hisab, tim hisab rukyah Kementerian Agama melakukan pengamatan hilal di 117 titik di seluruh Indonesia. Hasil pengamatan menunjukkan hilal tidak terlihat di seluruh wilayah, mulai dari Papua hingga Aceh. Dengan demikian, keputusan sidang isbat menetapkan bahwa awal Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Menteri Agama menyampaikan harapannya agar keputusan ini menjadi simbol persatuan umat Islam Indonesia dalam memulai ibadah dan merayakan Idul Fitri secara serentak. “Semoga hari ini dapat menjadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia dan mencerminkan persatuan kita sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×