kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Setoran Pajak Tembus Rp 394,8 Triliun di Kuartal I-2026, Tumbuh 20,7%


Senin, 06 April 2026 / 11:56 WIB
Setoran Pajak Tembus Rp 394,8 Triliun di Kuartal I-2026, Tumbuh 20,7%
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ungkap penerimaan pahaj capai Rp 394,8 triliun per kuartal I-2026


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi penerimaan pajak hingga Maret 2026 atau kuartal I-2026 telah mencapai Rp 394,8 triliun.

Purbaya mengatakan bahwa realisasi tersebut setara 16,7% terhadap APBN 2026. Setoran ini juga tumbuh signifikan sebesar 20,7% secara tahunan alias year on year (yoy).

Menurutnya, kinerja APBN yang masih positif ini menunjukkan strategi yang diterapkan Purbaya telah berdampak kepada perekonomian Indonesia.

"Jadi strategi kita mulai berhasil, harusnya dampak ekonomi juga lebih bagus," ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Purbaya: APBN Catatkan Defisit 0,93% PDB hingga Maret 2026

Selain pajak, penerimaan dari kepabeanan dan cukai tercatat Rp 67,9 triliun, namun mengalami kontraksi 12,6%. Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi Rp 112,1 triliun atau turun 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi belanja, pemerintah melakukan akselerasi yang signifikan. Hingga akhir Maret 2026, realisasi belanja negara mencapai Rp 815,0 triliun atau tumbuh 31,4% yoy, jauh melampaui pertumbuhan pendapatan. Realisasi ini setara dengan 21,2% dari pagu APBN tahun berjalan.

Belanja pemerintah pusat menjadi pendorong utama dengan realisasi Rp 610,3 triliun atau melonjak 47,7%. Rinciannya, belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp 281,2 triliun atau tumbuh 43,4%, sedangkan belanja non-K/L naik lebih tinggi sebesar 51,5% menjadi Rp 329,1 triliun.

Adapun, transfer ke daerah relatif stabil di Rp 204,8 triliun, dengan sedikit kontraksi 1,1%.

Perbedaan laju antara pendapatan dan belanja ini menyebabkan defisit APBN melebar menjadi Rp 240,1 triliun atau setara 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB). Selain itu, defisit keseimbangan primer tercatat Rp 95,8 triliun.

Baca Juga: Sudah Resmi! Pola Kerja ASN Dirombak: Wajib WFO 4 Hari, Sisanya WFH

Untuk menutup defisit tersebut, realisasi pembiayaan anggaran telah mencapai Rp 257,4 triliun atau 37,3% dari target APBN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×