kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Serapan APBN 59,7% hingga Agustus, Belanja Pemerintah Jadi Motor Ekonomi


Jumat, 18 September 2026 / 20:46 WIB
Serapan APBN 59,7% hingga Agustus, Belanja Pemerintah Jadi Motor Ekonomi
ILUSTRASI. Pengumuman APBNKITA (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Agustus 2026 menunjukkan pemerintah masih menjaga peran belanja negara sebagai pendorong aktivitas ekonomi.

Sebagai informasi, belanja APBN 2026 hingga 31 Agustus mencapai Rp 2.295,7 triliun atau 59,7% dari pagu sebesar Rp 3.842,7 triliun.

Dari jumlah tersebut, belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.791,5 triliun atau 57,9% dari pagu. Belanja pemerintah pusat terdiri atas belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp912,4 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp879,1 triliun.

Sementara itu, Transfer ke Daerah (TKD) telah terealisasi sebesar Rp504,3 triliun atau 72,8% dari pagu tahun ini.

Baca Juga: Penerimaan Pajak dari Industri Fintech Capai Rp 878,18 Miliar per Agustus 2026

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, penyerapan anggaran hingga Agustus yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu menunjukkan adanya upaya pemerintah mempercepat pelaksanaan program dan belanja.

"Pertumbuhan realisasi belanja 17,1% yoy pada bulan Agustus 2026 dan serapan APBN yang lebih tinggi dibandingkan Agustus 2025 mencerminkan pemerintah masih melakukan percepatan belanja untuk mendorong pertumbuhan," ujar David kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% tahun 2026, pemerintah diproyeksikan tetap menjaga akselerasi belanja hingga akhir tahun. Namun, ruang tersebut tetap bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan fiskal. "Penyerapan 100% dapat tercapai apabila keseimbangan fiskal tetap terjaga," katanya.

David menilai pengeluaran pemerintah masih menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pelaksanaan berbagai program pemerintah pada sisa tahun anggaran akan berperan dalam menjaga aktivitas ekonomi. "Pengeluaran pemerintah masih menjadi motor pertumbuhan ekonomi," ujar David.

Ia mengatakan penyaluran bantuan sosial dan realisasi program pemerintah diharapkan dapat mempertahankan pertumbuhan konsumsi masyarakat sekaligus mendukung investasi.

Dengan demikian, keberlanjutan belanja pemerintah hingga akhir tahun diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap permintaan domestik. 

Baca Juga: Penerimaan Pajak dari Industri Fintech Capai Rp 878,18 Miliar per Agustus 2026

Di sisi lain, pelaksanaan anggaran tetap perlu memperhatikan keseimbangan fiskal agar ruang belanja dapat terjaga hingga akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×