kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

September 2013, Indeks keyakinan konsumen turun


Kamis, 10 Oktober 2013 / 13:55 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di atm kantor cabang Bank BTN Jakarta./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Konsumsi masyarakat tahun 2013 diperkirakan bakal terus melambat. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), di bulan September ini Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menurun sebesar 0,7 poin menjadi 107,1 dari bulan Agustus.

Penurunan ini ternyata lebih besar dibanding penurunan IKK di bulan Agustus dari bulan Juli, yang hanya sebesar 0,6 poin menjadi 107,8.

Menurut survey, penurunan terjadi diakibatkan tingginya tekanan inflasi serta melambatnya pertumbuhan ekonomi  Indonesia.

Hal itu, membuat ekspektasi konsumen terhadap perekonomian Indonesia menurun. Indikasinya adalah tingkat Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) bulan September juga turun dari bulan Agustus menjadi 108,6 dari 110,8.

Masyarakat mengaku pesimistis terhadap kondisi dunia usaha, yang berakibat pada ketersediaan lapangan kerja. Dari hasil survey dapat dilihat, kalau tingkat ekspektasi terhadap pekerjaan turun sebesar 0,6 poin.

Bukan hanya itu, ekspektasi terhadap penghasilan juga mengalami penurunan sebesar 0,1 poin. Kondisi ini jelas menunjukkan kalau masyarakat  merasakan daya belinya terancam.

Apalagi, masyarakat juga mengaku pesimistis terhadap kenaikan harga yang akan terjadi hingga akhir tahun 2013 nanti.

Hal itu wajar, sebab dalam tiga bulan terakhir masyarakat akan menghadapi dua perayaan besar, yaitu hari raya natal dan tahun baru. Hal itu diperkirakan akan mendongkrak permintaan, yang otomatis juga akan mengerek harga kebutuhan pangan.

Terkait hal itu, BI telah melakukan survey berupa Indeks Ekspektasi Harga (IEH), yang diperkirakan akan meningkat dari 1660 menjadi 171,5. Kenaikan harga diperkirakan akan terjadi pada kelompok bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×