kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Sentimen MSCI Hantui Rupiah, BI Diharapkan Terus Lakukan Intervensi


Minggu, 01 Februari 2026 / 15:15 WIB
Sentimen MSCI Hantui Rupiah, BI Diharapkan Terus Lakukan Intervensi
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah diprediksi akan menghadapi tekanan berat sepanjang bulan Februari ini, salah satunya gejolak di pasar saham. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Nilai tukar rupiah diprediksi akan menghadapi tekanan berat sepanjang bulan Februari ini.

Gejolak pasar menyusul peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan mata uang Garuda.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, situasi pasar saat ini memberikan dampak negatif yang cukup signifikan terhadap stabilitas rupiah. 

Baca Juga: Belanja Negara Tertahan, Bansos, THR, dan Ramadan Jadi Mesin Ekonomi Kuartal I 2026

Menurutnya, ketidakpastian yang muncul pasca peringatan MSCI memicu kekhawatiran di kalangan investor.

"Hal ini sangat berdampak negatif terhadap rupiah. Saat ini, Bank Indonesia (BI) hanya bisa melakukan intervensi untuk menjaga rupiah," ujar Lukman kepada Kontan.co.id, Minggu (1/2/2026).

Lebih lanjut, Lukman menekankan bahwa peran pemerintah sangat krusial dalam situasi ini. Ia mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan permasalahan yang memicu sentimen negatif tersebut guna menjaga kepercayaan pasar.

"Pemerintah mesti segera menyelesaikan masalah ini. Selanjutnya, kita menantikan hasil pertemuan dengan MSCI besok senin," katanya.

Terkait proyeksi nilai tukar, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di zona merah dengan rentang yang cukup lebar. Ia memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berada di kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.850.

Baca Juga: Ujian Berat Stabilitas Keuangan Nasional di Awal Februari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×