kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung Resmi Dibuka


Rabu, 05 Agustus 2026 / 21:09 WIB
Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung Resmi Dibuka
ILUSTRASI. Jumlah peserta didik Sekolah Rakyat (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung di Soreang resmi beroperasi dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 yang diikuti 560 siswa, terdiri atas peserta didik baru dan siswa dari Sekolah Rakyat Rintisan. 

SRT 4 yang dibangun PT Brantas Abipraya (Persero) ini menjadi wujud dukungan terhadap penyediaan infrastruktur pendidikan yang modern, layak, dan inklusif. Pembukaan MPLS pada Rabu (5/8/2026) diresmikan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman. 

Dari total 560 siswa yang terdaftar, jenjang Sekolah Dasar (SD) menampung sebanyak 56 murid, sementara jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) diisi oleh 229 siswa, dan  jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menyambut kedatangan 275 siswa.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero) Dian Sovana mengatakan rampungnya pembangunan SRT 4 Kabupaten Bandung merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap program strategis pemerintah di sektor pendidikan.

Baca Juga: Mensos Lapor Prabowo Sekolah Rakyat Akan Terima 32.000 Siswa Mulai Juli

“Sekolah tersebut diharapkan menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas sehingga dapat memperluas akses anak-anak Indonesia terhadap pendidikan yang layak,” kata Dian dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

SRT 4 Kabupaten Bandung mengusung konsep kawasan pendidikan terpadu dengan sistem asrama. Fasilitasnya meliputi gedung SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta sarana olahraga seperti lapangan mini soccer dan basket.

Dian menilai pembangunan infrastruktur pendidikan berperan penting dalam pemerataan akses belajar. Karena itu, Brantas Abipraya berkomitmen membangun fasilitas yang tidak hanya memenuhi standar kualitas konstruksi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Menteri PU Dorong Sekolah Rakyat Dikebut dengan Standar Kualitas

"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas, kami ingin memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung lahirnya generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing," ujar Dian.

Sementara itu, Dudung menegaskan SRT 4 sebagai bagian dari komitmen memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan fasilitas lengkap dan sistem pendidikan berasrama, sekolah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membentuk karakter, kemandirian, dan daya saing generasi muda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×