Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa tahun 2026, Kemensos merencanakan akan menerima 30.000 siswa baru Sekolah Rakyat (SR).
Saifullah mengatakan bahwa Kemensos siap membuka seleksi penerimaan siswa Sekolah Rakyat (SR) pada tahun ini.
"Tahun ini direncanakan bisa menampung siswa sekitar 30.000. Ditambah yang tahun kemarin ada hampir 16.000. Jadi sudah 46.000," kata Saifullah ketika ditemui di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Baca Juga: BI Komitmen Jaga Stabilitas Harga Pangan pada Ramadan dan Idul Fitri 2026
Dalam rangka untuk penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat, Kemensos bakal melakukan pelatihan kepada para pendamping sosial.
"Khususnya pendamping PKH supaya mereka benar-benar bisa konsisten, profesional dalam menjalankan tugas," ucapnya.
Saifullah menegaskan bahwa proses seleksi siswa Sekolah Rakyat harus bersih tanpa adanya titipan ataupun sogok menyogok.
"Tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada kongkalikong, tidak boleh ada bayar-membayar," tegasnya.
Ia menegaskan bahwa yang bisa bersekolah di Sekolah Rakyat adalah anak-anak yang berasal keluarga desil 1 atau 2, setelah melalui proses asesmen.
Nantinya, para kepala daerah akan mengirimkan nama-nama calon siswa Sekolah Rakyat kepada Kementerian Sosial.
Baca Juga: Transformasi Pengawasan Pajak, Ideatax Sebut Peran Bukti Permulaan Makin Kuat
"Tentu setelah itu dikirim ke kepala daerah, dalam hal ini bupati, wali kota, atau gubernur untuk diajukan kepada kami sebagai siswa Sekolah Rakyat," ucapnya.
Setelah itu, kata Saifullah, pihaknya bakal melakukan pengecekan dan verifikasi untuk memastikan Sekolah Rakyat benar-benar menjadi wadah pendidikan bagi anak-anak yang paling membutuhkan.
"Setelah kami cek kembali sekali lagi, kami lakukan verifikasi validasi, jika memang semuanya memenuhi syarat maka akan kami tetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













