Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan seluruh peserta program Sekolah Rakyat berasal dari kelompok masyarakat desil 1 dan 2 atau kelompok paling miskin dan rentan secara ekonomi.
Penentuan peserta tersebut dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, DTSEN dimanfaatkan oleh Kementerian Sosial untuk menyeleksi dan menemukan calon peserta didik Sekolah Rakyat secara lebih akurat.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Aturan Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Kelas 3
Data tersebut telah melalui proses penunggalan individu dan keluarga sehingga tidak terjadi duplikasi data.
"Karena salah satu pemanfaatan dari DTSEN oleh Kemensos adalah untuk memilih dan menemukan calon peserta didik sekolah rakyat dan ini dipastikan bahwa sekolah rakyat itu pesertanya adalah yang berasal dari desil 1 dan 2 berbasis kepada DTSEN," ujar Amalia dalam rapat konsultasi bersama dengan Pimpinan DPR RI, Senin (9/2/2026).
Amalia menyampaikan, pemutakhiran DTSEN dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi BPS pusat dan daerah bersama pemerintah daerah serta kementerian terkait.
Salah satu mekanisme penting yang digunakan adalah ground check atau pengecekan lapangan untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil masyarakat.
BPS juga melakukan ground check bersama Kementerian Sosial dalam rangka mendukung berbagai program berbasis DTSEN, termasuk Sekolah Rakyat. Pendamping program sosial turut dilibatkan untuk melakukan verifikasi dan validasi data calon peserta.
Menurut BPS, pemanfaatan DTSEN membuat penargetan program sosial menjadi lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Mensos: 15 Juta Warga Mampu Tercatat sebagai Penerima PBI Jaminan Kesehatan
Selanjutnya: Mulai 10 Februari, Tiket Pesawat Ekonomi Bebas PPN Selama Mudik 2026
Menarik Dibaca: Efek Moody's Diprediksi Goyang IHSG, Ini Rekomendasi Saham Pekan Ini dari IPOT
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













