kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BPS Pastikan Peserta Sekolah Rakyat Menyasar Desil 1 dan 2


Senin, 09 Februari 2026 / 13:37 WIB
BPS Pastikan Peserta Sekolah Rakyat Menyasar Desil 1 dan 2
ILUSTRASI. Sekolah Rakyat (Dok/@kemensosri di Instagram)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan seluruh peserta program Sekolah Rakyat berasal dari kelompok masyarakat desil 1 dan 2 atau kelompok paling miskin dan rentan secara ekonomi. 

Penentuan peserta tersebut dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, DTSEN dimanfaatkan oleh Kementerian Sosial untuk menyeleksi dan menemukan calon peserta didik Sekolah Rakyat secara lebih akurat. 

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Aturan Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Kelas 3

Data tersebut telah melalui proses penunggalan individu dan keluarga sehingga tidak terjadi duplikasi data.

"Karena salah satu pemanfaatan dari DTSEN oleh Kemensos adalah untuk memilih dan menemukan calon peserta didik sekolah rakyat dan ini dipastikan bahwa sekolah rakyat itu pesertanya adalah yang berasal dari desil 1 dan 2 berbasis kepada DTSEN," ujar Amalia dalam rapat konsultasi bersama dengan Pimpinan DPR RI, Senin (9/2/2026).

Amalia menyampaikan, pemutakhiran DTSEN dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi BPS pusat dan daerah bersama pemerintah daerah serta kementerian terkait.

Salah satu mekanisme penting yang digunakan adalah ground check atau pengecekan lapangan untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil masyarakat.

BPS juga melakukan ground check bersama Kementerian Sosial dalam rangka mendukung berbagai program berbasis DTSEN, termasuk Sekolah Rakyat. Pendamping program sosial turut dilibatkan untuk melakukan verifikasi dan validasi data calon peserta.

Menurut BPS, pemanfaatan DTSEN membuat penargetan program sosial menjadi lebih tepat sasaran. 

Baca Juga: Mensos: 15 Juta Warga Mampu Tercatat sebagai Penerima PBI Jaminan Kesehatan

Selanjutnya: Mulai 10 Februari, Tiket Pesawat Ekonomi Bebas PPN Selama Mudik 2026

Menarik Dibaca: Efek Moody's Diprediksi Goyang IHSG, Ini Rekomendasi Saham Pekan Ini dari IPOT

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×