kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

SBY: Utang lunas, Indonesia bukan lagi pasien IMF


Jumat, 15 Agustus 2014 / 14:46 WIB
SBY: Utang lunas, Indonesia bukan lagi pasien IMF
ILUSTRASI. Syarat naik kereta api 2023 yakni menunjukkan sertifikat vaksin melalui SatuSehat Mobile. ANTARA FOTO/Siswowidodo/nym.


Reporter: Uji Agung Santosa | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku dalam 10 tahun pemerintahannya telah berhasil melunasi utang Indonesia ke International Monetary Fund (IMF). "Empat tahun lebih awal dari jadwal yang telah disepakati," kata SBY dalam Pidato Kepresidenan di Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

Situs resmi SBY, www.presidenri.go.id menyebut, pada tahun 1998 utang Indonesia kepada IMF sebesar US$ 9,1 miliar dan pada tahun 2006 setelah dua tahun setelah memimpin Indonesia, Presiden SBY berhasil melunasi seluruh utang Indonesia ke IMF sebesar US$ 7,8 miliar.

"Salah satu momen yang akan selalu saya ingat sebagai Presiden adalah ketika menerima Managing Director IMF di kantor saya," katanya. Dia mengatakan pada waktu itu justru Indonesia-lah yang balik memberikan masukan bagaimana cara mereformasi IMF.

Dengan pelunasan utang ini maka Indonesia tidak lagi menjadi pasien IMF, oleh karena itu menurut SBY, semua kebijakan dan perencanaan ekonomi Indonesia tidak bisa didikte IMF.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×