kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

SBY perintahkan polisi usut bom Solo


Minggu, 25 September 2011 / 13:25 WIB
ILUSTRASI. Indomobil Finance gelar IMFI Online Expo 2020


Reporter: Yudho Winarto, | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan jajaran kepolisian mengusut bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo.

Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, SBY juga memerintahkan segera membantu korban dan mengamankan daerah sekitar tempat kejadian. "Saat ini kepolisian sedang bekerja, dan akan melaporkan perkembangan keadaan berdasarkan hasil temuan di lapangan kepada Presiden," katanya, Minggu (25/9).

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menegaskan pemerintah mengutuk keras tindakan peledakan bom bunuh diri tersebut. "Apapun alasannya tindakan itu tidak bisa dibenarkan. Aparat harus segera mencari dan menemukan pelaku dan jaringannya," katanya.

Sebagai informasi, Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Jalan Arif Rahman Hakim, Solo, Jawa Tengah, menjadi sasaran bom bunuh. Ledakan bom terjadi pada sekitar pukul 10.55 WIB.

Sejauh ini polisi belum dapat memastikan jumlah korban tewas dan terluka dalam kejadian ini. Yang pasti seorang yang diduga pelaku bom bunuh tewas akibat ledakan ini.

Saat ini polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara. Tim dari Polda Jawa Tenggah juga telah dikirim ke Solo. Menurut informasi yang diperoleh, bom meledak usai jemaat keluar gereja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×