kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Jenazah tersangka pelaku masih di gereja


Minggu, 25 September 2011 / 12:55 WIB
ILUSTRASI. Jumlah kasus baru Covid-19 pada Kamis (19/11) bertambah 4.798 kasus


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can

SOLO. Satu jenazah yang tewas dalam ledakan di gereja GBIS, Kepunton di Solo, saat ini masih berada di tempat kejadian perkara. Saat ini polisi dari Polrestabes Surakarta, tengah menyisir lokasi. Jenazah diperkirakan sebagai pelaku bom bunuh diri itu.

Sementara para wartawan hanya bisa menyaksikan dari kejauhan, karena gereja sudah disterilkan. Garis polisi (police line) dipasang di sekitar gerja. Warga pun masih berkerumun di luar garis plisi, menyaksikan TKP dari kejauhan.

Ledakan terjadi di GBIS Kepunton, Solo, Minggu (25/9) pukul 10.55. Ledakan diduga kuat sebagai aksi bom bunuh diri, menyusul tewasnya satu orang yang belum bisa diidentifikasi di halaman gereja tersebut.

Selain memakan satu korban jiwa, ledakan juga melukai sedikitnya delapan orang jemaat gereja yang berdiri di Jalan Arif Rahman Hakim tersebut. Kedelapan korban luka, kini telah dilarikan ke RS Dr Oen, Solo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×