kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.520   20,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

SBY- Ibas dituding dalang Pilkada tidak langsung


Minggu, 28 September 2014 / 18:29 WIB
ILUSTRASI. 8 Golongan Ini Berhak Mendapatkan Zakat Fitrah pada Bulan Ramadan. KONTAN/Muradi/2018/05/31


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Direktur Eksekutif Lingkaran Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memainkan drama atas ditetapkannya undang-undang kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

"SBY adalah dalangnya beserta anaknya Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono) dari Pilkada tidak langsung,"ujar Ray Rangkuti di Menteng, Jakarta, Minggu (28/9).

Ray menuturkan, SBY sebagai dalang telah mendapatkan karma dari masyarakat. Banyaknya kecaman-kecaman yang mengalir ke SBY baik melalui media sosial maupun aksi massa yang dilakukan masyarakat telah menjadi bahan tertawaan. Menurutnya, cacian dari banyak pihak telah meruntuhkan kewibawaan SBY sebagai pemimpin negara.

Sebelumnya, SBY dianggap sebagai tokoh yang mendukung sistim demokrasi di Indonesia namun blunder yang dilakukan Ketua Umum Demokrat tersebut membuat kepercayaan rakyat hilang.  "Menurut saya tidak lagi ada yang bisa menolong SBY, cari lah dalangnya dari dirimu sendiri,"ucap Ray.

Ray kembali menambahkan, drama yang dilakukan SBY merupakan suatu strategi yang sengaja dilakukan untuk memperlemah posisi pilkada langsung.

Diketahui, sidang paripurna pengesahan RUU Pilkada menjadi UU harus diputuskan melalui voting. Hasil voting tersebut menunjukkan 135 anggota yang hadir memilih pilkada langsung oleh rakyat. Sementara sebanyak 226 orang mendukung pilkada melalui DPRD. (Randa Rinaldi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×