kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

SBY bantah pakai uang negara buat beli pakaian


Kamis, 07 Oktober 2010 / 17:07 WIB
SBY bantah pakai uang negara buat beli pakaian
ILUSTRASI. Kapolri Tito Karnavian


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku tidak menggunakan uang negara untuk membeli pakaiannya sejak menjadi presiden. Dia membantah isu adanya anggaran biaya pakaian presiden sebesar Rp 893 juta per tahun.

"Tidak ada satu rupiah pun biaya untuk pakaian presiden," kata SBY dalam sambutan sidang kabinet terbatas bidang politik hukum dan keamanan, Kamis (7/10).

Bukan itu saja, SBY juga membantah adanya biaya perabotan bagi rumah presiden sebesar Rp 42 miliar. SBY mengatakan setelah, dirinya mengecek ke Kepala Rumah Tangga Kepresidenan ternyata yang dimaksud adalah pemeliharaan dan penggantian perabotan untuk kantor-kantor di lingkungan istana Kepresidenan. "Jadi bukan untuk rumah saya," tegas SBY.

Anggaran yang dipakai juga lebih kecil. SBY mengatakan biaya yang dipakai untuk pemeliharaan dan penggantian hanya sebesar Rp 149 juta. Oleh karena itu, Presiden meminta Kepala Rumah Tangga Kepresidenan, Menteris Sekretaris Negara, dan Sekretaris Kabinet menggunakan hak jawab untuk pemberitaan itu.

SBY menduga pemberitaan seputar biaya pakaian dan perabotan itu karena menyamaratakan anggaran rumah tangga Presiden sama dengan rumah Presiden di Cikeas. Dia menjelaskan, rumah tangga Presiden dulunya bernama Sekretariat Presiden (Sespres) tapi, ketika Yusril Ihza Mahendra menjadi Menteri Sekretaris Negara dirubah menjadi rumah tangga kepresidenan. "Tapi, sebenarnya Sespres, ini yang saya minta dijelaskan dengan gamblang supaya tidak salah tafsir," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×