kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Presiden SBY ke Belanda jika situasi kondusif


Rabu, 06 Oktober 2010 / 12:53 WIB


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kementerian Luar Negeri menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak membatalkan kunjungan kenegaraannya ke Belanda. Wakil Menteri Luar Negeri Triono Wibowo mengatakan, Presiden SBY hanya menunda kunjungan itu sembari menunggu situasi di Negeri Tulip itu kondusif.

Triono menjelaskan penundaan itu karena adanya sidang gugatan dari kelompok Republik Maluku Selatan (RMS) yang bisa memalukan pemerintah. "Masa di satu sisi eksekutifnya menyambut, tapi yudikatifnya mempersoalkan," ucapnya, Rabu (6/10).

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden SBY menunda kunjungan kenegaraan ke Belanda kemarin. Penyebabnya, adanya peradilan gugatan dari RMS di Den Haag, Belanda. Sidang gugatan itu akan digelar saat Presiden SBY berada di sana.

Namun, Triono menampik penundaan berangkatan Presiden SBY karena takut ditahan oleh pengadilan Den Haag, Belanda. Menurutnya, pemerintah negara lain tidak bisa menahan atau menangkap kepala suatu negara.

Triono bilang, penundaan ini karena pemerintah ingin membawa hasil yang baik dari kunjungan tersebut terkait hubungan bilateral kedua negara. "Kalau ada proses itu (pengadilan) kan semua lari ke sana. Bukan perhatian pada kunjungan," katanya.

Dengan adanya penundaan ini, Triono tak khawatir akan berdampak pada hubungan kedua negara. Dia juga bisa memahami kekecewaan pemerintah Belanda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×