kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.872   26,00   0,15%
  • IDX 8.968   30,83   0,35%
  • KOMPAS100 1.237   7,47   0,61%
  • LQ45 872   4,34   0,50%
  • ISSI 326   2,27   0,70%
  • IDX30 442   2,66   0,60%
  • IDXHIDIV20 522   4,52   0,87%
  • IDX80 138   0,84   0,61%
  • IDXV30 145   1,29   0,89%
  • IDXQ30 142   1,15   0,82%

Sanitasi Buruk, Indonesia Rugi Rp 58 Triliun


Senin, 20 April 2009 / 13:26 WIB


Reporter: Anna Suci Perwitasari |

JAKARTA.Indonesia telah mengalami kerugian sebesar Rp 58 triliun hanya karena permasalahan sanitasi yang buruk. Hal ini diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto dalam acara Konfrensi Strategis Sanitasi Perkotaan di Jakarta (20/4).

Menurutnya saat tingkat cakupan sanitasi perkotaan di Indonesia hanya sebesar 55% dan masih jauh jika dibandingkan dengan Singapura yang sudah 100%. Kerugian yang setara dengan 2,3% produk domestik bruto ini karena masyarakat harus membayar untuk pelayanan kesehatan atau akses terhadap pasokan air bersih.

Sanitasi termasuk higiene yang buruk menyebabkan sedikitnya 120 juta kejadian penyakit dan 50.000 kematian anak setiap tahunnya. Sanitasi buruk juga memberi secara signifikan terhadap pencemaran air dan mengurangi produksi ikan di sungai dan danau.

"Sekarang waktunya kita membenahi sanitasi ini karena kerugiannya ternyata besar," ungkap Joko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×