kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Sambut tahun politik 2018, Polri perkuat keamanan


Jumat, 29 Desember 2017 / 16:32 WIB
Sambut tahun politik 2018, Polri perkuat keamanan


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang tahun politik yang jatuh pada tahun depan Polisi Negara Republik Indonesia (Polri) akan memperkuat bidang keamanan.

Ketua Polri Tito Karnavian mengatakan, tahun depan Indonesia bersiap menghadapi 171 Pemilu di 31 provinsi. Hal tersebut sangat rentan terhadap konflik.

Seperti, adanya pengarahan dan aksi kekerasan massa yang kalah serta bentrok antar massa pendukung. "Dengan begitu Polri akan memperkuat bidang keamanan yang akan dibantu oleh tim TNI," ujarnya, Jumat (29/12).

Tito mengaku, meminta bantuan dari panglima TNI untuk mengamankan aksi Pemilu tahun depan. Prediksinya, daerah yang rawan konflik adalah Jawa Barat, Kalimantan Barat, Jawa Tengah dan Papua.

Pun di Sulawesi Selatan, Maluku dan Nusa Tenggara Timur juga sangat rawan konflik jika terdapat lebih dari satu pasangan calon. Kendati begitu, menurut analisanya konflik biasanya baru akan terjadi ketika masing-masing partai politik telah menetapkan calonnya .

Adapun diagendakan, penetapan calon Pemilu kepala daerah pada Februari 2018. "Konflik biasanya terjadi lewat isu-isu provokatif," tambah Tito. Sehingga, pihaknya mengimbau bagi pasangan calon untuk tidak menyebarkan isu SARA sebagai bagian dari kampanye.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×