kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.090   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.068   28,32   0,47%
  • KOMPAS100 795   6,77   0,86%
  • LQ45 604   5,03   0,84%
  • ISSI 210   0,26   0,12%
  • IDX30 341   2,64   0,78%
  • IDXHIDIV20 425   3,10   0,74%
  • IDX80 91   0,70   0,77%
  • IDXV30 116   0,43   0,37%
  • IDXQ30 110   0,84   0,77%

Polri tembak mati 55 pelaku kejahatan narkoba 2017


Jumat, 29 Desember 2017 / 13:25 WIB


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian di tahun ini telah menembak mati 55 pelaku kejahatan narkoba di 2017.

Ketua Kapolri Tito Karnavian menyampaikan, 55 pelaku itu terdiri dari 46 Warga Negara Indonesia dan 9 Warga Negara Asing yang tersebar di 7 wilayah yakni, Sumatra Utara, Lampung, Jawa Timur, dan Riau. "Penindakan tegas itu (tembak mati) diambil karena pelaku ada yang melawan," ungkapnya dalam papar kinerja tahunan Polri, Jumat (29/12).

Tito pun merinci di tahun ini, mayoritas jumlah kasus dan tersangka di kejahatan narkoba cenderung menurun 5%-6%. Berdasarkan laporan, jumlah kasus menurun 5% dari 47.767 menjadi 45.257 kasus di 2016.

Sementara tersangka juga turun 6% dari 60.387 menjadi 56.791 di tahun lalu. Kendati demikian, jumlah barang bukti yang berhasil disita cenderung berbanding terbalik.

Kapolri mencatat, barang bukti untuk jenis ganja meningkat hingga 1.300% dari tahu lalu 11 ton menjadi 150 ton tahun ini. Begitu juga untuk jenis ekstasi dan sabu yang masing-masing melonjak 142% dan 55%.

"Untuk ekstasi tahun ini kami sudah sita hampir 2,69 juta butik dan 2,55 ton shabu," tutup Tito. Sekadar tahu saja, salah satu kasus narkoba terbesar di tahun ini adalah pengungkapan shabu satu ton di Serang, Banten Juli lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×