kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Salah satu petinggi Demokrat kembali diperiksa KPK


Kamis, 05 Desember 2013 / 11:37 WIB
ILUSTRASI. Promo PegiPegi 20-22 Juli 2022, Dapatkan Diskon Hotel Internasional s.d Rp500.000


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Jhony Allen Marbun. Jhony Allen akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan penerimaan hadiah terkait pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang untuk tersangka Anas Urbaningrum.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk AU (Anas Urbaningrum)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha melalui pesan singkat, Kamis (5/12).

Selain memeriksa Jhony Allen, KPK hari ini juga menjadwalkan pemeriksaan Direktur PT Msons Capital Munadi Herlambang yang juga diketahui sebagai Wakil Sekretaris Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat. Selain itu Munadi juga diketahui menjadi salah satu pemegang saham di PT Dutasari Citralaras.

PT Dutasari Citralaras sendiri merupakan perusahaan subkontraktor PT Adhi Karya dalam proyek Hambalang. Dalam akta notaris perusahaan itu, pada saham PT Dutasari tercantum nama Munadi Herlambang, Machfud Suroso, dan Athiyyah Laila, istri Anas Urbaningrum. Namun Athiyyah mengaku berhenti jadi komisaris sejak 2009 awal.

Terkait kasus ini, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum diduga menerima gratifikasi berupa sejumlah uang terkait pemilihannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres Demokrat yang diikuti tiga calon, yaitu Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie. Selain itu, Anas juga diduga menerima gratifikasi berupa mobil Toyota Harrier dalam proyek Hambalang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×