Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kurs rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan kembali menembus level Rp 18.000 per dolar AS.
Mengutip Bloomberg, Jumat (16/10/2026) pukul 11.00 WIB, rupiah spot ada di level Rp 18.047 per dolar AS, melemah 0,60% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.938 per dolar AS.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea membeberkan, pergerakan nilai tukar rupiah disebabkan meningkatnya sentimen risk-off global, yang akhirnya mendorong penguatan dolar AS dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut.
Baca Juga: Harga Minyak dan Rupiah Melemah, Risiko Pembengkakan Subsidi Energi Membesar
Meski demikian, ia menilai pergerakan pelemahan nilai tukar rupiah masih terbatas.
“Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28% secara quarter-to-date (QTD),” tutur Erwin dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Sejalan dengan itu, Erwin mencatat, cadangan devisa tetap terjaga sebesar US$ 146,3 miliar pada akhir September 2026.
Lebih lanjut, BI juga berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik. Intervensi terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Baca Juga: Ruang Fiskal Asia Makin Terbatas, IMF Ingatkan Indonesia Perlu Waspada
“Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














