kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.038   78,00   0,43%
  • IDX 5.233   -630,78   -10,76%
  • KOMPAS100 669   -92,44   -12,14%
  • LQ45 519   -70,82   -12,00%
  • ISSI 180   -21,76   -10,81%
  • IDX30 290   -38,34   -11,66%
  • IDXHIDIV20 378   -45,20   -10,69%
  • IDX80 77   -10,55   -12,09%
  • IDXV30 104   -11,64   -10,06%
  • IDXQ30 96   -12,22   -11,31%

IHSG Anjlok 10% dan Rupiah Tembus Rp 18.000, Airlangga Panggil KSSK dan BEI


Jumat, 16 Oktober 2026 / 13:01 WIB
IHSG Anjlok 10% dan Rupiah Tembus Rp 18.000, Airlangga Panggil KSSK dan BEI
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan membahas gejolak pasar keuangan domestik setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam hingga memicu penghentian sementara perdagangan saham (trading halt), sementara rupiah menembus level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan menggelar pertemuan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (16/10/2026) untuk merespons perkembangan tersebut.

“Iya, pokoknya hari ini,” ujar Airlangga kepada awak media di kantornya, Jumat (16/10/2026).

Berdasarkan data perdagangan, IHSG pada pukul 09.28 WIB melemah 621,58 poin atau 10,84% ke level 5.203,22. Penurunan tajam tersebut terjadi setelah perdagangan saham sempat dihentikan sementara menyusul anjloknya indeks.

Baca Juga: Ditjen Pajak Pertimbangkan Restitusi Akhir Tahun di Tengah Target Penerimaan

Tekanan jual melanda hampir seluruh saham yang diperdagangkan di BEI. Hingga pukul 09.30 WIB, volume perdagangan saham mencapai 6,16 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,77 triliun.

Pelemahan juga terjadi di pasar valuta asing. Rupiah turun sekitar 0,7% ke level Rp 18.065 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp 17.938 per dolar AS.

Pengumuman MSCI Jadi Sorotan

Airlangga menyebut pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tekanan di pasar keuangan Indonesia.

Menurut dia, pengumuman tersebut disampaikan lebih cepat dibandingkan perkiraan pemerintah. Sebelumnya, perkembangan terkait persoalan tersebut diperkirakan baru akan disampaikan pada November.

“Pertama, tentu ada akibat daripada pengumuman MSCI. Tapi pengumuman MSCI itu merupakan suatu hal yang lebih cepat daripada ekspektasi,” katanya.

Airlangga menjelaskan, perhatian MSCI terutama berkaitan dengan implementasi regulasi dan langkah-langkah perbaikan di pasar modal Indonesia. Ia mengakui, periode implementasi di Indonesia kemungkinan dinilai relatif lebih panjang dibandingkan sejumlah negara lain.

Baca Juga: Rupiah Terus Melemah dan Sentuh Rp 18.000 per Dolar AS, Begini Respons Bank Indonesia

Untuk itu, pemerintah akan berkomunikasi dengan pihak bursa guna membahas langkah perbaikan yang konkret, termasuk target waktu pelaksanaannya.

“Nanti tentu kami akan bicara dengan bursa (Bursa Efek Indonesia/BEI) bahwa kita berharap langkahnya konkret beserta timeline-nya,” ujar Airlangga.

Pemerintah Soroti Fundamental Ekonomi Indonesia

Di tengah tekanan yang terjadi di pasar saham dan nilai tukar rupiah, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah masih memandang fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi kuat.

Menurut dia, gejolak pasar saat ini perlu dicermati dengan membedakan faktor fundamental perekonomian dan sentimen investor yang memengaruhi pergerakan aset keuangan.

“Sebetulnya kita punya fundamental ekonomi kuat. Tetapi yang dimainkan kan sekarang faktor sentimen,” katanya.

Pemerintah berharap investor dapat melihat perbedaan antara tekanan yang dipicu sentimen pasar dan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×