Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Mari simak profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, yang kini dipercaya menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan pergantian pejabat strategis pada Kamis (15/10). Salah satu perwira tinggi TNI yang mendapat penugasan baru adalah Letjen TNI Kristomei Sianturi
Kristomei sebelumnya menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten.
Di BNPB, Kristomei menggantikan Letjen TNI Suharyanto, yang sebelumnya memimpin lembaga tersebut.
Kristomei memiliki pengalaman panjang di lingkungan TNI Angkatan Darat. Ia pernah bertugas di berbagai satuan, menjadi pejabat penerangan TNI AD, menjalankan tugas di Akademi Militer, hingga dipercaya sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI.
Baca Juga: Apa Arti Status KPD saat Cek Bansos Kemensos? Calon Penerima BSU Wajib Tahu
Profil Kristomei Sianturi
Kristomei Sianturi merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat dari kecabangan infanteri.
Mengutip Wikipedia, Kristomei lahir di Kotabumi, Lampung Utara, pada 6 Mei 1976.
Setelah lulus dari SMA Taruna Nusantara Magelang pada 1994, Kristomei kemudian melanjutkan pendidikan militer.
Kristomei akhirnya diterima seleksi Akademi Militer dan menyelesaikan pendidikan militernya hingga dilantik sebagai perwira TNI AD pada 18 Desember 1997.
Kristomei memperoleh gelar di bidang Manajemen Pertahanan dari Universitas Pertahanan pada 2012.
Wikipedia juga mencatat dirinya melanjutkan pendidikan doktoral di bidang yang sama di Universitas Pertahanan.
Laman resmi TNI AD saat ini mencatat Kristomei sebagai Mayjen TNI dan Pangdam XXI/Radin Inten dalam daftar pejabat komando utama sebelum dilantik sebagai Kepala BNPB.
Baca Juga: Begini Cara Cek BSU Kemnaker 2026 Rp900.000, Ini Link dan Langkahnya
Perjalanan Karier di TNI AD
Pada fase awal kariernya, Kristomei mendapat penugasan di Aceh. Saat itu, Aceh masih berada dalam periode konflik bersenjata.
Ia kemudian sempat dikirim ke Amerika Serikat untuk mengikuti pendidikan intelijen selama sekitar tujuh bulan.
Ia juga sempat memimpin pasukan dalam periode operasi militer sebelum akhirnya ditarik setelah penandatanganan Helsinki Memorandum of Understanding pada 15 Agustus 2005 yang mengakhiri konflik bersenjata di Aceh.
Karier Kristomei kemudian berkembang ke bidang komunikasi publik.
Pertama, ia menjadi Kepala Penerangan Kodam Jaya. Setelah itu, Kristomei dipercaya sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad).
TNI AD mencatat bahwa pada 2024 Kristomei sebelumnya menjabat Kadispenad sebelum beralih menjadi Komandan Resimen Taruna Akademi Militer.
Pada Maret 2025, Kristomei mendapat promosi menjadi Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI).
Beberapa bulan setelahnya, tepatnya pada Agustus 2025, ia dipercaya menjadi Pangdam XXI/Radin Inten, sebuah komando kewilayahan baru yang mencakup wilayah Lampung dan Bengkulu.
Baca Juga: Gubernur Pramono Siapkan 4 Kawasan Tematik Jakarta, Pasar Baru Ala Korea Mulai 2027
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














