kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.008   36,00   0,21%
  • IDX 7.022   -114,92   -1,61%
  • KOMPAS100 967   -21,57   -2,18%
  • LQ45 714   -14,61   -2,01%
  • ISSI 244   -4,92   -1,97%
  • IDX30 388   -4,33   -1,10%
  • IDXHIDIV20 485   -2,12   -0,43%
  • IDX80 109   -2,57   -2,31%
  • IDXV30 132   0,44   0,33%
  • IDXQ30 126   -0,69   -0,54%

RSCM: Kondisi Aktivis KontraS Andrie Yunus Stabil Usai Disiram Air Keras


Selasa, 17 Maret 2026 / 05:49 WIB
RSCM: Kondisi Aktivis KontraS Andrie Yunus Stabil Usai Disiram Air Keras
ILUSTRASI. ilustrasi Kejahatan (Shutterstock/Shutterstock)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkapkan kondisi terbaru aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (27), yang menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal.

Pihak rumah sakit memastikan kondisi umum Andrie saat ini sudah stabil dan tidak dalam keadaan yang mengancam jiwa setelah menjalani serangkaian tindakan medis.

“Saat ini kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa. Penanganan medis akan terus dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan kondisi pasien, termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan serta prosedur lanjutan untuk membantu memulihkan fungsi penglihatan,” ujar pihak RSCM dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

Baca Juga: Pembangunan 83.000 Gerai Kopdes Merah Putih Dikebut, 2.700 Unit Siap Beroperasi

Andrie kini masih menjalani perawatan intensif di RSCM setelah mengalami luka bakar akibat serangan penyiraman air keras yang terjadi pada Jumat (13/3) malam.

Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tim medis langsung melakukan pemeriksaan awal. Hasil pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka.

Penanganan pertama yang dilakukan adalah irigasi atau pencucian pada area tubuh yang terpapar zat kimia untuk menurunkan efek asam sekaligus menormalkan kondisi jaringan.

Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan Andrie mengalami luka bakar pada sekitar 20% area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan tingkat keparahan derajat tiga pada fase akut.

Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan dan kerusakan pada permukaan kornea.

Baca Juga: LPEM UI: Tekanan Inflasi dan Rupiah Melemah, BI Diprediksi Tahan BI-Rate di 4,75%

Untuk menangani kondisi tersebut, tim medis melakukan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan.

Saat ini Andrie dirawat di High Care Unit (HCU) luka bakar untuk mendapatkan pemantauan dan perawatan lanjutan secara komprehensif.

Penanganan dilakukan oleh tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan.

Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat antiinflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol.

Baca Juga: Terlambat Lapor SPT Tahunan Masih Bisa Dilakukan Tahun 2026, Cek Caranya Di Coretax

Sebelumnya, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyatakan bahwa Andrie menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal yang menyebabkan luka serius di beberapa bagian tubuh, terutama pada tangan, wajah, dada, serta mata.

Menurut Dimas, hasil pemeriksaan menunjukkan Andrie mengalami luka bakar hingga sekitar 24% dari total permukaan tubuh.

KontraS menilai aksi penyiraman air keras tersebut sebagai bentuk teror terhadap pembela hak asasi manusia.

Organisasi itu juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut pelaku dan mengungkap motif di balik serangan tersebut.

Baca Juga: CORE: Cadangan Beras 5 Juta Ton Bisa Percuma Tanpa Distribusi Tepat Sasaran

“Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum dan masyarakat sipil,” ujar Dimas.

Ia menambahkan, serangan dengan air keras berpotensi menimbulkan luka serius bahkan kematian, sehingga penyelidikan terhadap kasus tersebut harus dilakukan secara cepat dan menyeluruh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×