kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Ringankan Beban, Komnas Haji Usul Daftar Jemaah Haji 2027 Diumumkan Lebih Awal


Kamis, 18 Juni 2026 / 17:30 WIB
Diperbarui Kamis, 18 Juni 2026 / 17:32 WIB
Ringankan Beban, Komnas Haji Usul Daftar Jemaah Haji 2027 Diumumkan Lebih Awal
ILUSTRASI. Jemaah haji (DOK/Media Center PPIH)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah diminta mengumumkan daftar calon jemaah haji lebih awal sebagai salah satu strategi meringankan beban biaya yang harus ditanggung masyarakat. 

Dengan kepastian keberangkatan sejak dini, menurut Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj maka jemaah bisa memiliki waktu lebih panjang untuk mempersiapkan pelunasan biaya haji secara bertahap.

Menurut Mustolih, upaya meringankan beban jemaah tidak selalu harus dilakukan dengan menurunkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Sebab, biaya haji dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kualitas layanan, kondisi ekonomi global, harga avtur, hingga nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Baca Juga: BI Rate Bisa Naik Lagi, PermataBank: Risiko Global Picu Kenaikan Premi Risiko RI

“Kalau istilah murah menurut saya kurang pas. Karena murah itu identik dengan layanan yang seadanya. Padahal penyelenggaraan haji berbasis layanan, sehingga semakin baik layanannya tentu memiliki nilai tersendiri,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (18/6/2026).

Ia menilai mempertahankan bahkan menurunkan biaya haji pada penyelenggaraan tahun 2026 akan menjadi tantangan besar. Selain dipengaruhi berbagai faktor eksternal, pemerintah juga harus menentukan komponen layanan apa saja yang akan dibiayai.

Karena itu, Mustolih menawarkan pendekatan lain. Ia mengusulkan agar setelah musim haji berakhir, Kementerian Haji dan Umrah segera mengumumkan nama-nama calon jemaah yang akan berangkat pada musim haji berikutnya.

“Begitu musim haji selesai, Kementerian Haji perlu mengumumkan calon jemaah yang akan berangkat pada tahun berikutnya. Dengan waktu yang lebih panjang, jemaah memiliki kesempatan mempersiapkan istithaah ekonomi dengan lebih baik,” katanya.

Menurut dia, kepastian daftar jemaah sejak awal memungkinkan pemerintah membuka skema pelunasan secara bertahap atau dicicil. Jemaah pun tidak perlu menyiapkan dana dalam waktu yang singkat ketika pelunasan dibuka.

Selain membantu kesiapan finansial jemaah, pengumuman lebih awal juga memberi ruang bagi pemerintah untuk menghimpun dana pelunasan secara bertahap. Dengan demikian, pemerintah dapat lebih cepat memetakan jumlah jemaah yang dipastikan dapat melunasi biaya haji.

Mustolih menambahkan, waktu persiapan yang lebih panjang juga bermanfaat dari sisi kesehatan. Calon jemaah yang memiliki penyakit penyerta dapat menjalani pengobatan maupun pemeriksaan kesehatan secara berkala sehingga memenuhi syarat istithaah kesehatan sebelum keberangkatan.

Baca Juga: Era Suku Bunga Tinggi Global Masih Berlanjut, Gubernur BI Ingatkan Risikonya

“Ide ini juga sejalan dengan timeline penyelenggaraan ibadah haji yang sudah dirilis pemerintah Arab Saudi. Jadi transformasi ini bisa meringankan jemaah tanpa harus menurunkan biaya hajinya,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menegaskan bahwa usulan penurunan biaya ini akan kembali dibahas bersama dengan DPR RI.  

"Nanti akan dibahas, kita akan bahas bersama dengan DPR walaupun dengan harga tahun ini sangat luar biasa," kata Irfan usai melakukan ratas di Hambalang, Rabu (17/6/2026). 

Menurutnya, pemerintah juga berharap harga biaya haji bisa tetap terjangkau bagi calon jemaah.  

Namun, ia juga mengakui terdapat beberapa tantangan dalam penetapan harga khususnya di tahun ini.  

Dia menyebut beberapa isu utama dalam penetapan harga salah satunya terkait nilai tukar rupiah da kenaikan avtur imbas konflik di Timur Tengah.  

"Kemudian pemerintah Saudi juga menaikkan layanan-layanannya yang otomatis juga akan berpengaruh pada nilai harganya," terangnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×