kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.960   -70,00   -0,39%
  • IDX 5.928   181,38   3,16%
  • KOMPAS100 786   26,53   3,49%
  • LQ45 592   22,47   3,95%
  • ISSI 203   5,77   2,93%
  • IDX30 336   13,31   4,12%
  • IDXHIDIV20 413   15,01   3,77%
  • IDX80 89   2,79   3,25%
  • IDXV30 111   2,72   2,51%
  • IDXQ30 107   3,67   3,53%

Rilis aplikasi Qlue, Pemprov DKI akan respon cepat


Senin, 15 Desember 2014 / 15:17 WIB
ILUSTRASI. Penyakit yang Rentan Terjadi di Musim Hujan


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pemprov DKI Jakarta meluncurkan aplikasi bernama Qlue sebagai bagian dari program Smart City.  Tidak hanya menjanjikan penanganan cepat terhadap macet, banjir, ataupun sampah, keberadaan aplikasi Qlue juga dapat digunakan untuk mengecek ketersediaan tempat-tempat tidur yang ada di rumah sakit (RS) pemerintah. 

Dengan demikian, diharapkan tak akan ada lagi kejadian warga yang ditolak RS akibat tidak tersedianya tempat perawatan. Lewat Qlue, warga dapat melaporkan sebuah kejadian yang akan dilaporkan, baik dalam bentuk tulisan maupun foto. Laporan dari masyaraat kemudian dipetakan secara digital dan terintegrasi dengan sistem Jakarta Smart City. 

"Berapa tempat tidur yang kosong, itu infonya ada di Smart City. Jadi di Rumah Sakit A ada berapa tempat tidur yang kosong. Langsung bisa diinfokan. Jangan sampai orang sudah datang ke rumah sakit, tidak ada tempat tidurnya," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Kehumasan DKI Jakarta Agus Bambang Setiowidodo, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (15/12/2014). 

Aplikasi Qlue dapat diunduh oleh masyarakat secara gratis melalui smartphone yang berbasis Android. Laporan warga di aplikasi Qlue akan terintegrasi ke laman smartcity.jakarta.go.id dan langsung terkoneksi ke aplikasi yang khusus diunduh oleh aparat Pemprov DKI Jakarta serta aparat kepolisian, yakni cepat respons opini publik (CROP). 

Menurut Agus, saat ini seluruh camat yang ada di Jakarta telah menginstal aplikasi tersebut di smartphone-nya, sedangkan untuk lurah telah mencapai 50%. "Camat sudah semuanya, lurah sudah sebagian. Kita dorong terus agar semuanya bisa segera menginstal CROP secepatnya," ucap Agus. (Alsadad Rudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×