kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Rilis aplikasi Qlue, Pemprov DKI akan respon cepat


Senin, 15 Desember 2014 / 15:17 WIB
ILUSTRASI. Penyakit yang Rentan Terjadi di Musim Hujan


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pemprov DKI Jakarta meluncurkan aplikasi bernama Qlue sebagai bagian dari program Smart City.  Tidak hanya menjanjikan penanganan cepat terhadap macet, banjir, ataupun sampah, keberadaan aplikasi Qlue juga dapat digunakan untuk mengecek ketersediaan tempat-tempat tidur yang ada di rumah sakit (RS) pemerintah. 

Dengan demikian, diharapkan tak akan ada lagi kejadian warga yang ditolak RS akibat tidak tersedianya tempat perawatan. Lewat Qlue, warga dapat melaporkan sebuah kejadian yang akan dilaporkan, baik dalam bentuk tulisan maupun foto. Laporan dari masyaraat kemudian dipetakan secara digital dan terintegrasi dengan sistem Jakarta Smart City. 

"Berapa tempat tidur yang kosong, itu infonya ada di Smart City. Jadi di Rumah Sakit A ada berapa tempat tidur yang kosong. Langsung bisa diinfokan. Jangan sampai orang sudah datang ke rumah sakit, tidak ada tempat tidurnya," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Kehumasan DKI Jakarta Agus Bambang Setiowidodo, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (15/12/2014). 

Aplikasi Qlue dapat diunduh oleh masyarakat secara gratis melalui smartphone yang berbasis Android. Laporan warga di aplikasi Qlue akan terintegrasi ke laman smartcity.jakarta.go.id dan langsung terkoneksi ke aplikasi yang khusus diunduh oleh aparat Pemprov DKI Jakarta serta aparat kepolisian, yakni cepat respons opini publik (CROP). 

Menurut Agus, saat ini seluruh camat yang ada di Jakarta telah menginstal aplikasi tersebut di smartphone-nya, sedangkan untuk lurah telah mencapai 50%. "Camat sudah semuanya, lurah sudah sebagian. Kita dorong terus agar semuanya bisa segera menginstal CROP secepatnya," ucap Agus. (Alsadad Rudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×