kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Restrukturisasi BUMN, Prabowo Sebut Jumlah BUMN Akan Dipangkas Jadi 250 Perusahaan


Minggu, 28 Juni 2026 / 13:53 WIB
Diperbarui Minggu, 28 Juni 2026 / 14:11 WIB
Restrukturisasi BUMN, Prabowo Sebut Jumlah BUMN Akan Dipangkas Jadi 250 Perusahaan
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (AFP/IGOR IVANKO)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah melakukan restrukturisasi BUMN. Presiden Prabowo Subianto menargetkan restrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN) rampung pada tahun ini.

Melalui penataan tersebut, jumlah perusahaan pelat merah akan dipangkas dari lebih dari 1.000 entitas menjadi sekitar 250 perusahaan.

“Dari 1.000 lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah,” ujar Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (28/6/2026).

Prabowo sempat meminta konfirmasi kepada Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria mengenai target akhir jumlah BUMN setelah restrukturisasi.

“Ujungnya nanti 250,” jawab Dony yang kemudian diamini Prabowo.

Baca Juga: Crazy Rich Indonesia Makin Banyak, Pertumbuhannya Diprediksi Paling Tinggi di Dunia

Menurut Prabowo, langkah tersebut dilakukan untuk memangkas biaya operasional perusahaan negara yang selama ini dinilai tidak efisien.

“Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. 750 direktur utama, direksi, komisaris. Overhead-nya seperti apa, gajinya seperti apa. Ini uang rakyat semua,” katanya.

Prabowo menyebut, banyak perusahaan negara tidak menghasilkan keuntungan, tetapi tetap membebani keuangan negara melalui biaya operasional dan remunerasi pengurus.

Untuk itu, Prabowo memita Danantara menyelesaikan proses penataan tersebut selesai pada tahun ini. Sehingga dalam dua tahun masa pemerintahannya BUMN dapat menjadi lebih efisien, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Saya minta dalam tahun ini harus selesai. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat,” kata Prabowo. 

Sebelumnya, Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyebut proses perampingan BUMN dilakukan secara bertahap melalui likuidasi, divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi.

"Yang total yang sudah dilikuidasi itu sampai dengan hari ini, sudah sekitar 167 perusahaan. Semua kita lakukan dengan proper," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (3/5/2026).

Baca Juga: Purbaya Ungkap Resep Pemerintah Genjot Ekonomi hingga 8%

Dony menegaskan langkah ini tidak berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK), karena efisiensi difokuskan pada perbaikan proses bisnis, bukan pengurangan tenaga kerja.

"Kami di sisi bisnis prosesnya. Bukan di sisi karyawan. Ini akan menciptakan perusahaan-perusahaan yang sehat yang justru ke depannya bisa dinikmati oleh para karyawan," katanya. 

Selain likuidasi, Danantara juga melakukan konsolidasi berbasis sektor, mulai dari logistik, perhotelan, rumah sakit, hingga jasa keuangan, guna menciptakan skala ekonomi yang lebih efisien. 

Di saat yang sama, restrukturisasi juga berdampak pada pengisian jabatan di sejumlah BUMN yang masih kosong. Hal ini disebabkan proses penataan ulang model bisnis yang masih berjalan. 

Dony menjelaskan, pemetaan BUMN dilakukan secara menyeluruh, terutama untuk perusahaan yang memiliki masalah keuangan. 

"Ini kan maping-nya dilakukan secara komprehensif. Kita tidak mau tergesa-gesa. Rata-rata perusahaan yang masih kosong itu kita monitor dari BUMN dan dari Danantara langsung karena biasanya mereka menghadapi problem," ujarnya.

Baca Juga: Purbaya Proyeksi Pencairan Restitusi Pajak Tembus Rp 500 triliun pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×