kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.838   -72,00   -0,40%
  • IDX 6.400   -9,23   -0,14%
  • KOMPAS100 842   -2,99   -0,35%
  • LQ45 638   -2,50   -0,39%
  • ISSI 222   -0,21   -0,10%
  • IDX30 358   -1,68   -0,47%
  • IDXHIDIV20 435   -2,64   -0,60%
  • IDX80 96   -0,42   -0,44%
  • IDXV30 120   -0,42   -0,35%
  • IDXQ30 113   -0,78   -0,69%

Soroti Perusahaan Anak Cucu BUMN, Prabowo Minta Perbaikan Tata Kelola


Senin, 10 Agustus 2026 / 10:46 WIB
Soroti Perusahaan Anak Cucu BUMN, Prabowo Minta Perbaikan Tata Kelola
ILUSTRASI. Presiden Prabowo panggil sejumlah pimpinan BUMN di Hambalang, Minggu (9/8). (DOK/sekretariat kabinet)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pimpinan tinggi BUMN di kediamannya di Hambalang, Minggu (9/8/2026). 

Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan arahan terkait pembenahan tata kelola perusahaan negara. Kepala Negara memerintahkan pengurangan lapisan organisasi serta anak dan cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya.

“Dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya, Senin (10/8/2026). 

Baca Juga: Survei BI: Optimisme Konsumen Turun Pada Juli 2026

Penyederhanaan struktur tersebut diarahkan untuk menciptakan BUMN yang lebih lincah dan produktif. Dengan rantai birokrasi yang lebih pendek, proses pengambilan keputusan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sekaligus menjaga efisiensi perusahaan negara.

“Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga,” pungkas Teddy. 

Selain itu, Prabowo juga menerima laporan perkembangan Program Mandatori B50 atau biodiesel 50 persen serta kesiapan infrastruktur menuju penerapan mandatori bioetanol. Laporan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon A. Mantiri. 

Teddy menyampaikan bahwa Simon melaporkan kemajuan implementasi B50 yang telah diluncurkan Presiden Prabowo pada Juli lalu. Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui peningkatan pemanfaatan sumber energi dalam negeri.

“Dirut Pertamina melaporkan kemajuan dari Program Mandatori B50 (Biodiesel 50%) yang telah diluncurkan Presiden Prabowo bulan Juli lalu serta kesiapan infrastruktur dalam tahapan persiapan mandatori bioetanol oleh Pemerintah,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×