kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.404   -5,94   -0,09%
  • KOMPAS100 842   -2,72   -0,32%
  • LQ45 639   -1,67   -0,26%
  • ISSI 222   0,30   0,13%
  • IDX30 358   -1,16   -0,32%
  • IDXHIDIV20 436   -1,69   -0,39%
  • IDX80 96   -0,30   -0,32%
  • IDXV30 120   -0,34   -0,28%
  • IDXQ30 114   -0,63   -0,55%

Kebutuhan Pembiayaan Tembus Rp 9.200 Triliun, Pemerintah Cari Dana via Pasar Modal


Senin, 10 Agustus 2026 / 13:48 WIB
Kebutuhan Pembiayaan Tembus Rp 9.200 Triliun, Pemerintah Cari Dana via Pasar Modal
ILUSTRASI. Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mendorong diversifikasi sumber pembiayaan ekonomi melalui pasar modal untuk mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman. Langkah tersebut dinilai penting seiring kebutuhan pembiayaan ekonomi yang diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai sekitar Rp 9.200 triliun pada 2029.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penguatan pasar modal menjadi momentum untuk memperluas alternatif pembiayaan sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

“Jadi kalau ini adalah momentum kita juga untuk diversifikasi daripada pinjaman. Nah ini mungkin beberapa yang bisa didorong selain Panda Bond, tentu Samurai Bond. Jadi kalau kita bisa dorong diversifikasi tentu akan lebih baik,” ungkap Airlangga dalam Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di Jakarta, Senin (10/08).

Baca Juga: DJP Belum Usulkan Program Pajak Khusus Rumah Kontrakan pada 2027

Pemerintah memperkirakan kebutuhan pembiayaan ekonomi pada 2026 mencapai sekitar Rp 7.400 triliun. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp 9.200 triliun pada 2029. Besarnya kebutuhan tersebut mendorong pemerintah untuk memperluas sumber pembiayaan, termasuk melalui pengembangan instrumen pasar modal.

Dorongan diversifikasi pembiayaan dilakukan di tengah kinerja ekonomi nasional yang masih tumbuh positif. Ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2026 tumbuh 5,29% secara tahunan (yoy), sementara secara Semester I-2026 tumbuh 5,45%. Capaian tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global yang berada di kisaran 3%.

Selain itu, realisasi investasi hingga 2026 telah mencapai lebih dari Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan. Menurut pemerintah, kinerja tersebut menjadi salah satu fondasi untuk menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan nasional.

Airlangga menilai pengembangan instrumen pembiayaan seperti Panda Bond dan Samurai Bond dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan sumber pendanaan. Dengan semakin beragamnya sumber pembiayaan, pemerintah berharap kebutuhan dana untuk mendukung aktivitas ekonomi tidak hanya bergantung pada pinjaman.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong pengembangan produk investasi baru untuk memperdalam pasar keuangan domestik. Salah satunya melalui Exchange Traded Fund (ETF) emas. Otoritas Jasa Keuangan telah menetapkan Electronic Gold Receipt (EGR) sebagai efek yang dapat dicatat dalam portofolio ETF emas.

Pengembangan ETF emas diharapkan memperluas pilihan investasi sekaligus meningkatkan likuiditas pasar. Instrumen tersebut juga akan memperkuat keterhubungan antara manajer investasi, bank kustodian, bank bulion, dealer, dan bursa efek.

Baca Juga: Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Surpres Diserahkan ke DPR

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, penguatan pasar modal menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur pembiayaan ekonomi Indonesia.

“Penguatan pasar modal menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur pembiayaan ekonomi Indonesia. Dengan semakin beragamnya instrumen investasi dan pembiayaan, termasuk melalui ETF emas, kita berharap pasar modal dapat semakin dalam, likuid, dan mampu mendukung kebutuhan pembiayaan ekonomi yang terus meningkat,” ucap Haryo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×