kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.911   -77,00   -0,43%
  • IDX 6.152   30,60   0,50%
  • KOMPAS100 798   4,73   0,60%
  • LQ45 611   2,92   0,48%
  • ISSI 214   1,80   0,85%
  • IDX30 338   1,08   0,32%
  • IDXHIDIV20 431   3,99   0,93%
  • IDX80 91   0,52   0,58%
  • IDXV30 116   1,27   1,10%
  • IDXQ30 110   0,74   0,68%

Realisasi penyaluran KUR Rp 91,3 T di November


Jumat, 08 Desember 2017 / 16:20 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mengklaim realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tahun ini akan cukup optimal. Per 30 November 2017, realisasi penyaluran mencapai Rp 91,3 triliun. Atawa 85,6% dari plafon total penyaluran senilai Rp. 106,6 triliun.

“Kinerja ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pemerataan akses pembiayaan untuk usaha mikro,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Jumat (8/12).

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyatakan pihaknya mencatatkan sejumlah penyaluran KUR hingga akhir November tahun ini. Penyaluran sudah dilakukan pada 4 juta debitur yang terbagi KUR Mikro 70,4%, KUR Ritel 29,3% dan KUR TKI 0,3 %.

Penyaluran KUR didominasi di Pulau Jawa dengan porsi penyaluran sebesar Rp 50,9 triliun (55,8%), diikuti oleh Sumatera sebesar Rp17,32 triliun (19%), Sulawesi sebesar Rp 9,3 triliun (10,2%), Bali dan Nusa Tenggara sebesar Rp 6,1 triliun (6,7%), Kalimantan sebesar Rp 5,6 triliun (6,2%), serta Maluku dan Papua sebesar Rp 1,9 triliun (2,1%).

Penyaluran KUR melalui BRI mencapai 96.2%, Bank Mandiri 93.1%, dan BNI 65.6%. Sedangkan untuk kinerja penyaluran Bank Umum Swasta 24.9% dan BPD 31.2%.

Namun dari hasil tersebut, Iskandar mengakui sulit untuk menyalurkan KUR hingga 100% di tahun ini. Dia mengestimasi, realisasi penyaluran KUR hanya bisa 93% dari plafon Rp. 106,6 triliun.

Ia bilang ini terjadi karena pengaruh banyak debitur yang menunggu suku bunga hingga 7% di tahun depan. "Nah itu memang hambatan bagi bank untuk menyalurkan KUR nya."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×