kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,98   -4,21   -0.41%
  • EMAS930.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Tumbuh 6,3% pada Semester I 2022


Minggu, 03 Juli 2022 / 12:49 WIB
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Tumbuh 6,3% pada Semester I 2022
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani bersama Dirjen Pajak Suryo Utomo saat konferensi pers mengenai pengampunan pajak di kantor DJP Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022). Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Tumbuh 6,3% pada Semester I 2022.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan, realisasi belanja pemerintah pusat hingga hingga semester I 2022 mencapai Rp 1.243,6 triliun atau tumbuh 6,3% dari periode semester I 2021.

Belanja negara ini juga tumbuh 40% terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98/2022 yang sebesar Rp 3.106,4 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, realisasi belanja tersebut terutama didominasi oleh belanja non Kementerian/Lembaga (K/L) akibat pembayaran yang membengkak subsidi, terutama untuk subsidi energi.

“Dari sisi belanja negara, windfall profit yang kita terima digunakan untuk belanja masyarakat yakni belanja non K/L untuk subsidi yang kita naikkan sangat dramatis,” tutur Sri Mulyani  saat melakukan rapat kerja bersama Banggar DPR RI, Jumat (1/7).

Baca Juga: Sri Mulyani Berkomitmen Kurangi Pembiayaan Utang Hingga Rp 216 Triliun pada 2022

Dia memerinci, belanja negara di Semester I 2022 terdiri dari belanja pemerintah pusat (BPP) sebesar Rp 876,5 triliun atau tumbuh 10,1% dari semester I 2021, dan juga transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebanyak Rp 367,1 triliun atau terkontraksi 1,8% dari semester I 2021.

BPP tersebut meliputi belanja K/L yang realisasinya sebesar Rp 392,8 triliun atau turun 12,6% dari periode sama tahun lalu dan belanja non K/L Rp 483,7 triliun atau tumbuh 39,5% dari periode sama tahun lalu.

Menurut Sri Mulyani,  belanja K/L yang terkontraksi lantaran adanya kebijakan automatic adjustment kepada seluruh K/L, sehingga pihaknya akan meninjau kembali terkait realisasi belanja K/L ke depannya.

Baca Juga: Cek Rekening, Hari Ini Gaji Ke-13 2022 Ditransfer Ke PNS, Pensiunan Dll

“Namun kalau kami lihat bahwa risiko automatic adjustment akan mendistribusi belanja K/L terlalu besar, kami mungkin akan sedikit merelaksasikan dengan penerimaan negara yang cukup baik,” jelasnya.

Kemudian, untuk realisasi TKDD, terdiri dari transfer ke daerah yang realisasinya sebesar Rp 333,1 triliun atau terkontraksi 3,9% dari realisasi pada periode sama tahun lalu,  dan dana desa yang telah terbayarkan Rp 34 triliun atau tumbuh 24,8% dari periode sama tahun sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×