kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Realisasi belanja 2017 naik 7,4% dari 2016


Selasa, 02 Januari 2018 / 21:33 WIB


Reporter: Siti Rohmatulloh | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi belanja negara di tahun 2017 mencapai Rp 2001,6 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 7,4% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan positif ditunjukkan belanja modal yang mencapai 92,8% dari total belanja negara di APBNP 2017. Pencapaian ini lebih tinggi dibanding tahun 2016 yang hanya terealisir 82%. Artinya, realisasi belanja modal tumbuh 23%.

Selain belanja modal, realisasi belanja barang juga melonjak hingga 96,9% dari total yang dianggarkan dalam APBNP 2017. Tahun ini lebih baik karena berhasil mencapai angka di atas 90% dibanding dua tahun sebelumnya yakni berturut-turut 89,8% pada 2015 dan 85,7% pada 2016. Pertumbuhannya tercatat 10,5% year on year (yoy). Penyerapan belanja sosial bahkan mencapai 100% dari yang dianggarkan.

Belanja pemerintah pusat memang mencatat tren positif selama 4 tahun terakhir. Realisasi sementara belanja pemerintah pusat tahun 2017 mencapai Rp 1.259,6 triliun. Belanja modal dan bantuan sosial turut mendongkrak angka penyerapan hingga mencapai angka penyerapan tertinggi dalam 3 tahun terakhir.

Penyerapan belanja pegawai tahun ini lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya, yakni 101,4% dan 101,5% pada 2014 dan 2015, kemudian 98,4% pada 2016 dan 93,9% pada 2017. Penurunan itu berbanding terbalik dengan penyerapan belanja barang yang meningkat dari 85,7% pada 2016 menjadi 96,9% pada 2017.

"Ini menunjukkan penurunan dari segi persentase eksekusi ekonominya walaupun nominalnya lebih tinggi," kata Sri Mulyani, Selasa (2/1).

Peningkatan penyerapan paling positif menurut Sri Mulyani ditunjukkan oleh belanja modal yang meningkat menjadi 92,8%, tumbuh 23% dari tahun sebelumnya. Sementara bantuan sosial tumbuh 10%. "Ini adalah untuk masyarakat miskin," kata Sri Mulyani.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×